Penganiayaan

Ronny Kosasih Minta Perlindungan Hukum Presiden Jokowi

Kuasa Hukum Ronny Kosasih, Yanuar Bagus Sasmito saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu (27/03). (Akuratnews.com)
Kuasa Hukum Ronny Kosasih, Yanuar Bagus Sasmito saat memberikan keterangan di Jakarta (Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Hampir setahun setelah kasusnya bergulir, Ronny Kosasih melalui kuasa hukumnya mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi pada Senin (25/3) untuk meminta perlindungan hukum sehubungan adanya perkara penganiayaan berat yang dilakukan Herman Hery, dkk. Ronny mendesak agar Anggota DPR RI, Herman segera dijadikan tersangka. Penganiayaan yang dilakan Herman mengakibatkan cacat permanen dan trauma para keluarga korban Ronny Yuniarto Kosasih. Sebelumya, kuasa hukum telah mengirimkan diantaranya kepada Kapolri, MKD DPR RI, dan Kapolda.

Surat ini dikirim ke Presiden Jokowi karena proses yang lambat dari pihak Polda Metro Jaya dalam menindaklanjuti kasus penganiayaan terhadap Ronny dan istrinya.

“Kami mendengar juga teman-teman media bertanya kepada Kapolda, tetapi tidak ada tanggapan sampai sekarang, seakan-akan bungkam dari Kapolda, kami belum mendengar kabar terbaru," kata Yanuar Bagus Sasmito, kuasa hukum Ronny Kosasih pada Jumat (29/03/2019).

Menurutnya kasus kliennya kami sudah 9 bulan. Bulan lalu, Herman Hery baru dijadikan saksi, 5 saksi kunci sudah diperiksa dan menunjuk Herman Hery sebagai pelaku. Kuasa hukum mendesak dilakukan segera gelar perkara mengingat Herman Hery kembali mencalonkan diri menjadi Caleg Anggota DPR dari NTT.

Sebelumnya sempat diisukan pencopotan Kapolda NTT karena berselisih dengan Herman Hery. Hal ini diawal dengan Kasubdit Narkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno, yang melakukan razia minuman keras milik anggota DPR RI, Herman Hery, di Beers and Barrel, Sotis Hotel, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Setelah itu, Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda NTT, dan digantikan dengan Brigjen Widiyo Sunaryo yang sebelumnya bertugas di Div Hubinter Mabes Polri.

Penulis: Redaksi

Baca Juga