Roy Suryo: Penyadapan Ketua MUI Ma’ruf Amin, Dapat Melanggar Hukum dan UU ITE No 19/2016

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo membantah jika Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menelepon Ketua Umum MUI Ma'aruf Amin.

"Saya memang bukan Ahli hukum, namun kebetulan dulu sempat ikut membidani lahirnya UU ITE No 11/2008, jadi statemen kuasa hukum, Ahok ini Sangat Blunder karena selain Menghina Ketua MUI," kata Roy Suryo kepada Akuratnews.com, Rabu (1/2/2017).

Mantan Menpora ini mengungkapkan, bahwa secara terang-terangan melanggar hukum di Indonesia.

Dia menyebutkan, apabila ternyata pengacara Ahok melakukan tindakan penyadapan atau minimal sekedar meminta print-out dari telepon KH Ma'ruf Amin, apalagi dari Bapak Prof DR Susilo Bambang Yudhoyono.

"Maka ini benar-benar merupakan pelanggaran Hukum UU ITE No. 11/2008 yang sudah direvisi menjadi UU No 19/2016 tersebut dan bisa dituntut balik secara Hukum," tegasnya.

Menurutnya, secara hukum KH Ma'ruf Amin selaku saksi, tidak boleh disadap/di print-out, apalagi Prof DR Susilo Bambang Yudhoyono yang bukan merupakan pihak terkait sama sekali.

"Namun bila ternyata bukti tersebut tidak ada, maka merekalah yang jelas-jelas secara terang-terangan kemarin dipersidangkan, hanya mengalihkan issue penodaan Agama yang didakwakan kepada Ahok tersebut.

Seperti diketahui, kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Humprey R Djemat mengatakan Ketua Umum partai Demokrat, SBY sempat menelepon meminta Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai untuk membuat sikap dan pendapat keagamaan yang menyatakan Ahok menghina Alquran dan ulama. Meski Ma'ruf sudah membantahnya, Humprey tetap menanyai lantaran mengaku mempunyai bukti percakapan telepon.

Sementara, pakar hukum tata negara, Mahfud MD, melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, menyebutkan jika menyadap sambungan telepon tidak boleh dilakukan sembarang orang.

"Ingat, penyadapan telepon hanya boleh dilakukan orang yang diberi kewenangan oleh UU. Tak boleh sembarang orang, itu hal penting dalam hukum," kata Mahfud MD di akun Twitter@mohmahfudmd, Rabu (2/1).

Mantan Ketua MK ini juga bertanya apa hubungan pendapat dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) dengan dugaan penyadapan telepon antara mantan Presiden SBY dengan Ketua Umum MUI KH,Ma'aruf Amin.

"Saya tak pernah ikut-ikut aksi penistaan agama. Tapi soal KH, Ma'ruf menerima telepon dan tamu di PBNU, apa hubungannya dengan fatwa MUI? Kok disadap? twittnya. (Agus)

Penulis:

Baca Juga