RSUD dr. Fauziah Bireuen Turun Kelas

Bireun, Akuratnews.com - Kementrian kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan mengeluarkan rekomendasi penyesuain kelas terhadap 21 Rumah sakit Pemerintah dan Swasta di kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Aceh.

Adapun Rumah sakit yang diturun kelas tersebut dari 21 Rumah Sakit 9 Rumah Sakit yang berada di kabupaten / kota milik pemerintah dan 1 di tingkat Provinsi. 1 dari kelas type A menjadi B Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, 2 dari kelas type B ke C di antara RSUD dr. Fauziah Bireuen dan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sedangkan 7 RUSD lainnya turun kelas dari type C ke D.

RUSD dr. Fauziah yang merupakan rumah sakit kebangaan masyarakat Bireuen cukup menyedihkan mengalami penurunan kelas dari B ke C. karena dulunya beberapa Rumah sakit kabupaten tetangga kabupaten Bireuen belajar atau mengadakan study banding ke Rumah sakit dr. fauziah Bireuen.

Mereka banyak mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut bahkan mampu menaikan kelas Rumah sakit tersebut. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap Pemerintahan kabupaten Bireuen. Karena semenjak isu penempatan Pegawai ASN di lingkungan RSUD dr. Fauziah Bireuen banyak muka baru dan bahkan banyak di datangkan dari kabupaten lain membuat dampak buruk terhadap RSUD dr. Fauziah.

Dimulai dari tidak jelasnya pembangunan Rumah Sakit Regional sampai dengan penurunan status RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Pemerintah Kabupaten Bireuen harus bertangung jawab penuh akibat dari penurunan status di daerah tersebut dan perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai ASN di lingkungan RSUD dr. Fauziah.

Kenapa demikian, karena hampir seluruh pegawai ASN yang benar benar bekerja untuk kemajuan Rumah sakit tersebut di mutasi. Dan ini sudah menjadi rahasia umum di lingkungan RSUD dr. Fauziah.

Selain itu Pemerintah kabupaten Bireuen wajib mempertahankan RSUD tersebut tetap tipe B tidak boleh turun. Ini menjdi pertaruhan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Bupati setempat.

Yang mana masyarakat kabupaten Bireuen pernah kecewa karena gagalnya pembangunan sekolah STPDN di kabupaten Bireuen kemudian belum dibangunnya rumah sakit regional yang merupakan impian masyarakat. Sementara 4 daerah dari 5 daerah yang mendapatkan rumah sakit regional hanya Kabupaten Bireuen yang belum melakukan tahap pembangunan Rumah Sakit Regional.

Penulis: Chaidir
Editor: Redaksi

Baca Juga