RSUD Kota Depok Masih Rendah Kualitasnya Dalam Melayani Pasien

Layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat masih belum merujuk pada misi RSU Depok yakni, meningkatkan Kualitas pelayanan publik yang profesional dan transparan.

Depok, Akuratnews.com - Masih rendahnya kualitas pelayanan di RSUD Kota Depok, Jawa Barat tersebut dapat dilihat dari loket pendaftaran dan laboratorium.

Di kedua tempat tersebut hampir setiap hari selalu dipenuhi para pasien yang ingin berobat. Hal itu tentu menunjukan lambatnya proses layanan kesehatan publik di RSUD Depok.

"Sudah tiga jam lebih saya menunggu antrean di ruang pendaftaran untuk periksa darah dan urine tapi sampai jelang sore ini masih belum dapat panggilan juga tuk pengecekan", ujar warga Tapos,. Susilawati, salah seorang pasien di RSUD Depok, Senin,(20/1/2020).

Dikatakan Susi, dirinya sudah sampai di RSUD sejak sekitar pukul 12:30 wib. Tetapi hingga pukul empat sore ini dirinya masih juga belum mendapatkan perawatan medis di RSUD Depok meski, sakit dari bagian perutnya kerap dirasa sangat sakit.

"Untuk lakukan cek darah dan urine saja, lama sekali antreanya. Jadi belum tau juga sampai jam berapa lagi saya harus menunggu sampai saya bisa tahu sebenarnya sakit apa dan bisa mendapat tindakan medis dokter di RSUD ini", ujarnya.

Sebelum disini, (ruang tunggu labolatorium-red), lanjut Susi, awalnya saya dari UGD. Di UGD hanya diperiksa pakai alat yang biasa dipakai dokter, suster untuk mendengarkan detak jantung dan diminta untuk cek darah, urine ditempat ini.

Banyaknya antrean pasien di ruang tunggu pendaftaran RSUD Depok, dan berdampak pada minimnya layanan medis terhadap pasien mendapat tanggapan dari salah satu organisasi massa yang fokus di bidang kesehatan di Kota Depok.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Roy Pangharapan menegaskan management RSUD Depok harus segera mencari terobosan terkait persoalan tersebut yang bisa berdampak pada lambatnya penanganan medis pada para pasien.

"Upaya itu sangat diperlukan untuk meminimalkan antrean. Meskipun realita serupa kondisinya juga hampir sama terjadi di semua RS", ujar Roy saat dihubungi Akuratnews, Senin (20/1/2020).

Secara umum, lanjutnya, layanan RSUD kota Depok, terus melakukan perbaikan. Hanya saja, perlu ditambah petugas petugas RSUD. "Perlu ada yang menjelaskan kepada pasien atau keluarga pasien terkait hal ini untuk meminimalisir kesalahan pahaman", katanya.

Terkait persoalan itu, dalam waktu dekat pihaknya mengaku akan lakukan audensi dengan pihak RSUD Depok. "Kami terus melakukan upaya komunikasi. Dan dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan pihak RSUD Depok", pungkas Roy.

Penulis: Eko Ahdayanto

Baca Juga