Peresmian Kantor LBH Nusantara

Rudyono Darsono: Kampus UTA 45 Dukung LBH Nusantara Edukasi Pendidikan Hukum, Gratis

Dr. Rudyono Darsono SH MH, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (Kiri) berbagi tumpeng dengan putra Pahlawan Bangsa Indonesia Bung Tomo, Bambang Sulistomo yang dikenal sebagai Ketua IPKI. (foto Hugeng Widodo/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Dr. Rudyono Darsono SH MH, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45) mengatakan mendukung penuh langkah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nusantara untuk memayungi hukum bagi rakyat miskin yang tidak mempunyai biaya bila berhadapan dengan perkara hukum. Bukan itu saja, LBH Nusantara juga memberikan edukasi pendidikan hukum bagi masyarakat secara gratis.

"Arahnya adalah pembentukan sebuah badan hukum khusus untuk rakyat miskin, tidak ada biaya," ujar Rudyono Darsono kepada wartawan saat peresmian gedung LBH Nusantara, di Universitas 17 Agustus 1946 (UTA 45) Kamis (3/10/2019) kemarin.

Nantinya, selain LBH Nusantara ini, selain bergerak sebagai lembaga konsultasi dan lembaga pembelaan, LBH Nusantara juga berfungsi sebagai lembaga edukasi pendidikan masyarakat tentang hukum dan itu diberikan secara gratis.

Untuk penanganan kasusnya atau edukasi bagi masyarakat,, Rudyono Darsono menegaskan, perkara yang ditangani juga untuk seluruh Indonesia, tidak terbatas hanya di Jakarta saja.

"Darimana saja (masyarakat) bisa datang gratis, kita akan dampingi, kita akan edukasi, kita akan berikan konsultasi gratis," terang Rudyono.

Menurut Rudyono, LBH Nusantara yang dipimpin langsung oleh Effendi Salman, nantinya tidak saja sebagai tempat bernaung bagi para advokat alumni Universitas 17 Agustus (UTA 45) namun juga advokat lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, klien yang sudah ditangani dengan permintaan untuk edukasi menncapai 16 ribu orang.

"Sudah disampaikan, klien yang sudah minta edukasi tentang hukum di Indonesia sudah ada 16 ribu yang menjadi korban dari pinjaman online." ungkap Dia.

Dari 16 ribu orang itu, kasusnya memang variatif, 16 ribu yang menjadi korban dari sebuah sistem yang disebut Rudyono sebagai sistem pinjaman online yang rancu kasusnya masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Kita hanya memberikan kesempatan kepada semua advokat Indonesia yang mau bergabung, Ayo kita sama sama bergabung, tapi zero margin yaa. Ini adalah Bhakti untuk bangsa kita." kata dia.

Hebatnya, menurut Rudyono Darsono, selain memberikan tempat bagi LBH Nusantara di samping kampus UTA 45, namun, Rudyono Darsono melalui UTA 45 juga menjamin operasional bagi LBH Nusantara.

"17 Agustus akan mendukung (Operasional) itu. Universitas 17 Agustus akan mendukung semua edukasi-edukasi masyarakat tentang hukum di Indonesia. Jadi siapapun bisa konsultasi ke sini. Kita akan mendukung bagaimana membangun manusia Indonesia yang sadar hukum." kata Rudyono.

"Tujuan utama kesana, sadar hukum, sadar berbangsa dan bernegara, sadar akan hak dan kewajiban. Itu dulu yang paling penting, sebagai bangsa kita harus tau, apa hak kita dan apa kewajiban kita. Jadi kita benar benar-merasa bahwa, Apa sih itu merdeka?" tandasnya. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga