Rumah Bupati dan Kantor Kejari Pamekasan Digeledah KPK

Jakarta, Akuratnews.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor dan rumah Bupati Pamekasan Achmad Syafii terkait kasus suap suap kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Rudy Indra Prasetya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (4/8/17), mengatakan, penyidik juga menggeledah kantor Kejari Pamekasan dan Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. "Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB," ujarnya.

Setelah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, lanjut Yuyuk, penyidik KPK akan melanjutkan kegiatan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Rencananya penyidik akan melanjutkan kegiatan di Pamekasan dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi," katanya.

Dalam kasus suap yang terbongkar melalui OTT itu, KPK menetapkan 5 orang tersangka yakni Kajari Pamekasan, Rudy Indra Prasetya; Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Inspektur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Sutjipto Utomo; Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Pemkab Pamekasan, Noer Sollehhodin; dan Kades Dasok, Agus Mulyadi.

Rudy menerima suap dari Agus dkk sejumlah Rp 250 juta untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana desa atas proyek senilai Rp 100 juta.

Sebagai pemberi suap, KPK menyangka Sutjipto, Agus Mulyadi, dan Noer Solehhoddin melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bupati Achmad Syafii selaku pihak yang menganjurkan agar melakukan penyuapan, disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Rudy selaku penerima suapnya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Agus)

Penulis:

Baca Juga