Rumah Kreasi Indonesia Hebat Mempromosikan Produk Kreatif Indonesia di Ukraina

Jakarta, Akuratnews.com - Ditengah hiruk-pikuk jabatan bagi relawan dan pendukung Jokowi, Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) justru berkunjung ke Ukraina untuk menggali potensi kerja sama bisnis. Ukraina satu-satunya
negara Eropa yang masih menerima minyak kelapa sawit dari. Dalam 3 tahun terakhir ini hubungan ekonomi Indonesia ke Ukraina meningkat lebih dari 100% dan kunjungan wisatawan ke Indonesia 25 ribuan dalam satu tahun.

Pada kunjungan ke Ukraina yang dilakukan 14-17 Oktober 2019, delegasi Dewan Pengurus Nasional Rumah Kreasi Indonesia Hebat (DPN-RKIH) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Kris Budihardjo, mengajak para pelaku bisnis Indonesia dari berbagai bidang usaha, antara lain PT Surya Persada Intiguna Nusantara/SPIN, Circle Concordia Coffee, Petrovina Arka Baruna, RMB Collection, PT Kapal Api-Excelso, House of Marsya, termasuk pebisnis bidang pengadaan alutsista/alphankam dan asosiasi pengrajin tenun ikat bersama desainernya – Anna Mariana.

Bekerjasama dengan KBRI dan Konsul Kehormatan RI di kota Kharkiv delegasi DPN-RKIH melakukan serangkaian kegiatan di kota Kharkiv, antara lain melakukan kunjungan ke Wisma Duta RI untuk bersilaturahmi dengan Duta Besar untuk Ukraina, menghadiri pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Kharkiv, B2B Meeting RI-Ukraina, Pameran Dagang dan pagelaran Fashion Show produksi kain tenun karya perancang Indonesia Anna Mariana, serta kunjungan ke Taman Indonesia di Kebun Raya Nasional M.M. Gryshko, Kyiv.

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk kota Kharkiv

Delegasi DPN-RKIH mendapat kesempatan untuk menghadiri acara pelantikan Konsul Kehormatan RI, Mr. Aleksander Feldman(Jr.) di ruang konferensi pers gedung Business Centre AVEK. Pada kesempatan ini, Ketua Umum DPN-RKIH turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan surat kepercayaan penunjukan Mr. Aleksander Feldman(Jr.) sebagai Konsul Kehormatan RI di wilayah Kharkiv yang diserahkannya kepada Duta Besar RI sebagai perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Ukraina.

Kris Budihardjo juga menyatakan kesiapannya melakukan peningkatan hubungan perdagangan dan dibidang-bidang lainnya dengan Ukraina – sebagai negara yang dulu mendukung Kemerdekaan RI di DK PBB pada tahun 1946 melalui utusannya Dmitriy Manuelskiy saat RI masih berjuang untuk memperoleh pengakuan kemerdekaannya.

Duta Besar RI, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Ketua Umum DPN-RKIH yang datang membawa surat asli dari Presiden RI, Joko Widodo mengenai penunjukan Mr. Aleksander Feldman(Jr.) sebagai Konsul Kehormatan RI, dan sekaligus membawa misi untuk memperkenalkan produksi kreatif Indonesia. Duta Besar RI juga mengucapkan terima kasihnya kepada Mr. Aleksander Feldman(Jr.) atas kerjasamanya dengan KBRI dalam pengaturan pengenalan produksi kreatif Indonesia di kota Kharkiv.

Duta Besar RI berharap dengan adanya Konsul Kehormatan RI di kota Kharkiv ini, hubungan bilateral RI-Ukraina
di bidang ekonomi, perdagangan, dan budaya akan semakin meningkat untuk kemakmuran rakyat kedua negara, dan hubungan persahabatan people to people contact antara rakyat kedua bangsa ini dapat semakin erat.

Sementara itu, Mr. Aleksander Feldman(Jr.) menyatakan rasa hormat dan bangga dapat menjadi Konsul Kehormatan dari negara besar seperti RI yang berpenduduk 270 juta jiwa, dan merupakan anggota G20, serta menyatakan kesiapannya menjalankan kepentingan RI di wilayah Kharkiv dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan hubungan persahabatan antara rakyat kedua negara.

Selesai acara pelantikan dilanjutkan dengan konferensi pers yang dihadiri oleh media setempat, baik itu cetak, online maupun elektronik.

Business Meeting RI – Ukraina

Delegasi DPN-RKIH menghadirkan para pelaku bisnis Indonesia dari berbagai bidang usaha, antara lain PT Surya Persada Intiguna Nusantara/SPIN, Circle Concordia Coffee, Petrovina Arka Baruna, RMB Collection, PT Kapal Api-Excelso, House of Marsya, termasuk pebisnis bidang pengadaan alutsista/alphankam dan asosiasi pengrajin tenun ikat.

Sementara pihak Ukraina menghadirkan calon mitra bisnis bidang ekspor-impor produk pertanian dan makanan olahan, industri gandum, farmasi, teknik industri, Information Technology (IT), teknik infrastruktur, kontruksi dan rekayasa teknologi, serta fasilitas kawasan perdagangan.

Pada kesempatan ini Pihak Indonesia memperkenalkan ragam produk dan industri serta kemungkinan kerja sama yang ditawarkan baik ekspor produk makanan ringan, kopi dan teh, ragam benang untuk industri tekstil, pakaian jadi dari bahan tenun ikat, arang(charcoal), teknik pemberdayaan sumur/kilang minyak tua.

Disampaikan pula mengenai Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah merencanakan kerja sama dengan FDI bagi pengembangan sistem transportasi massal (mass rapid transportation) di Provinsi Jawa Timur dan pengembangan sektor pariwisata.

Sementara itu, Alexander Feldman(Jr.) menawarkan kerja sama kepada pebisnis Indonesia untuk memasarkan produknya dengan memanfaatkan ‘Barabashovo Market’. Pasar Barabashovo merupakan salah satu pasar perdagangan terbesar dunia berlokasi di Kharkiv dengan luas 75 hektar. Diharapkan hal ini menjadi salah satu peluang Indonesia dalam melakukan penetrasi pasar regional.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan lisan antara kedua pihak untuk menjajaki penyelenggaraan pertemuan bisnis berikutnya di Kharkiv pada semester pertama tahun depan, dimana pihak RKIH akan menyertakan kembali pelaku bisnis Indonesia yang potensial untuk menjajaki kerja sama dengan pelaku/asosiasi bisnis di Kharkiv dengan difasilitasi KBRI Kyiv dan Konhor RI-Kharkiv.

Selain itu pelaku bisnis Indonesia juga membahas kemungkinan menyalurkan komoditi ekspor (terdiri dari sembilan bahan pokok) melalui calon mitranya (selaku distributor) di Kharkiv sebelum disalurkan ke retailer di kawasan.

Sebagai penutup acara pameran produk, digelar peragaan busana yang menampilkan puluhan pakaian berbahan kain tenun karya perancang busana Anna Marianna.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga