oleh

Rupiah Melemah, ‘Early Warning System’ Terjadinya Krisis Ekonomi

Jakarta, Akuratnews.com – Kepala Pusat Pengkajian Nusantara Pasifik, Haris Rusli Moti mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum bisa dikatakan mendekati krisis jika dibandingkan dengan kondisi di tahun 1998.

“Tetapi, kalau kita lihat 98, krisis itu juga gak ujug-ujug juga, prosesnya panjang juga dari 96, lalu 97 dan kemudian 98,” ujar Haris dalam diskusi bertajuk ‘Dolar Menguat, Benarkah Indonesia Menuju Krisis?’ di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10/18).

Sehingga ia menegaskan, kondisi saat ini memang tidak bisa disepelekan. Karena kata dia, dengan melemahnya sendi-sendi ekonomi, melemahnya rupiah terhadap dolar hingga mencapai Rp 15.200 per dolar, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi krisis seperti pada tahun 1998, bahkan lebih gawat lagi.

“Ini bisa lebih gawat dari 98. Karena di 98, kondisi politiknya masih baik, kalau sekarang tidak,” pungkas dia.

Bahkan kata Haris, pemerintah seolah menipu rakyat dengan mengatakan kondisi saat ini baik-baik saja. Pemerintah menunjukkan angka pertumbuhan yang saat ini mencapai angka 5,1 persen, angka kemiskinan yang sepanjang sejarah turun menjadi satu digit dan kondisi inflasi yang masih terkendali.

“Kita boleh menipu orang dengan angka-angka pertumbuhan, dengan data statistik. Tapi kita tidak bisa menipu perut orang, kita tidak bisa memanipulasi isi dompet orang, kalau kosong ya kosong,” tukasnya.

Oleh karena itu lanjut dia, situasi perekonomian saat ini jangan hanya dinilai baik-baik saja. Depresiasi rupiah terhadap dolar harusnya dijadikan peringatan dini, jangan sampai Indonesia jatuh ke dalam krisis.

“Karena depresiasinya secara diam-diam menggerogoti. Ini memang early warning system,” tandas Haris. (Rhm)

Komentar

News Feed