Rupiah Mencoba Bertahan Saat Dolar Naik

Rupiah vs Dolar AS (Foto Istimewa)
Rupiah vs Dolar AS (Foto Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Meningkatnya selera investor atas aset yang lebih berisiko dan membaiknya pandangan terhadap bursa saham global mendukung kenaikan sejumlah mata uang negara berkembang di Asia Pasifik.

Meski demikian, kenaikan ini juga dibayangi dengan penguatan Dolar ke level tertinggi baru ditahun 2018.  Sore ini, Rabu (31/10) Rupiah sedikit menguat sebesar 0.01% bersama Yuan China, Peso Filipina, dan Won Korea terhadap Dolar AS.

Sentimen penguatan Dolar AS disekitar level tertinggi baru 2018 akan menjadi tantangan bagi mata uang pasar berkembang. Rupiah sejauh ini belum ditaklukkan oleh peningkatan tekanan saat ini. Terlebih dibandingkan dengan Rupee India yang telah merosot 0.5%, terpukul juga oleh sentiment independensi bank sentral yang kini menjadi masalah di India. Rupee India sudah menjadi mata uang berkinerja terburuk di Asia, namun potensi penurunan lebih lanjut bagi Rupee dapat menjadi potensi risiko negatif bagi mata uang lainnya di wilayah ini. Hal ini termasuk Rupiah.

Di sisi lain, minat investor terhadap Dolar memberi dampak negatif terhadap Euro, Yen Jepang, dan Pound Inggris. GBPUSD anjlok dari 1.3250 menjadi 1.27 dalam sekitar tiga pekan saja, dan kembalinya permasalahan pelik mengenai ketidakpastian Brexit juga menjadi risiko bagi Pound untuk terus menurun menjelang November ini. Melemahnya Yen selama tiga hari perdagangan terakhir adalah akibat apresiasi Dolar AS. USDJPY turun hampir 150 pips pekan ini pada saat laporan ini dituliskan.

Penurunan Euro memag lebih mengkhawatirkan lagi bagi pasar keuangan. Ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa semakin besar dan menjadi alasan bagi trader untuk membuat Euro semakin merosot. Pada saat laporan ini dituliskan, Euro berada mendekati 1.12 dan walaupun Euro diperkirakan akan memantul dari level ini di jangka panjang, sentimen jangka pendek bagi Euro tetap bearish.

Dolar yang menguat juga menimbulkan tekanan jual bagi emas. Logam mulia ini telah turun hampir $40 sejak akhir pekan lalu. Pada akhirnya, Dolar yang kembali menguat akan menimbulkan kesulitan bagi valuasi mata uang global lainnya. Ini adalah risiko yang wajib dipantau oleh mata uang pasar berkembang di seluruh Asia dan sangat mungkin menjadi faktor utama bagi performa Rupiah di pekan perdagangan ini. (LH)

Penulis:

Baca Juga