oleh

Rupiah Menguat, Dua Hari Naik Rp. 225

Jakarta, Akuratnews.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan pasar spot akhir pekan ini. Rupiah berhasil mencatat penguatan selama 2 hari perdagangan beruntun. Terkuat sejak 27 Juni silam.

Pada Jumat (30/11/2018), US$ 1 ditutup Rp 14.300 di perdagangan pasar spot. Rupiah menguat 0,56% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.  Dalam perdagangan hari ini, rupiah terus menguat sejak awal perdagagan. Namun memang ada momentum di mana penguatan rupiah tergerus sampai ke kisaran 0,2%. Penguatan ini sudah cukup membuat rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia.

Dalam perdagangan sebelumnya, rupiah menguat signifikan yaitu mencapai 1%. Bahkan dalam 2 hari terakhir, nilai dolar AS terpangkas dari Rp 14.525 menjadi Rp 14.300 atau Rp 225. Bahkan selama perdagangan sebulan ini, rupiah menguat 6,06% terhadap dolar AS. Sayangnya, bila dilihat dari posisi awal tahun, saat ini masih terdepresiasi 5,42%.

Bagi Bank Indonesia (BI), penguatan rupiah hingga saat ini di kisaran Rp 14.300/US$ masih dalam batasan yang wajar. Melihat dinamika global terhadap penguatan rupiah dan melihat ruang yang besar bagi penguatan lebih lanjut, ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah.

Rupiah yang sempat melemah cukup tajam selama 2018, dianggap wajar melakukan penguatan kembali seperti saat ini. Menurut Nanang, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan tensi perang dagangyang terjadi sejak April hingga September 2018 memang terus menekan rupiah.

“Namun pada saat ini sudah memberikan iklim yang lebih kondusif bagi terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah dengan tidak tertutup kemungkinan akan membuat rupiah semakin kuat,” katanya.

Berdasarkan catatan bank sentral, arus modal yang masuk ke pasar sekunder selama November 2018 telah mencapai Rp 31,8 triliun. Secara year to date (ytd) mencapai Rp 63 triliun. (LH)

Komentar

News Feed