Krisis Politik dan Keuangan

Rusuh Hong Kong Tak Kunjung Usai, Alibaba Tunda Listing Rp210 Triliun

Kerusuhan di Hong Kong dipicu oleh RUU Ekstradisi. (foto istimewa)

Hong Kong, Akuratnews.com - Situasi politik di Kota Hong Kong masih belum usai. Demonstran Pro Demokrasi yang anti terhadap pemerintah Hong Kong dukungan China, masih belum mengendurkan perjuangan mereka. Bahkan sejumlah molotov mulai digunakan para demonstran ketika menghadapi aparat keamanan otoritas Hong Kong.

Sebagai pusat keuangan di Asia, Hong Kong kini berada dalam krisis besar jatuhnya pasar saham ke titik terendah.

Merespon situasi tersebut, Alibaba Grup memutuskan untuk menunda listing di Hong Kong senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 210 triliun. Merosotnya pasar saham dan kerusuhan yang tak kunjung usai membuat penundaan listing Alibaba di Kota itu.

Channel News Asia melaporkan, dalam pertemuan dewan minggu lalu, Alibaba memutuskan akan menunda listing di Hong Kong yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus mendatang.

Kekerasan aksi demonstran pro demokrasi melawan polisi sudah berjalan 11 bulan di kota itu. Pemerintah China sendiri telah mengancam akan melakukan tindakan keras terhadap para demonstran, China juga menuduh negara-negara barat, terutama Amerika berada di belakang demonstran.*

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga