Saat OTT Jadi Wadah Pertempuran Besar Para Sineas

Jakarta, Akuratnews.com -;Walau menjadi tempat alternatif sineas mengeksibisi karya mereka ke publik di masa pandemi, aplikasi Over The Top (OTT) pun bukan hal yang mudah untuk dijalankan.

"Wadah OTT juga merupakan (wadah) pertempuran luar biasa," ujar sineas Garin Nugroho saat berbicara di Webinar 'Indonesia Bangga, OTT Apps Anak Negeri', Selasa (2/1).

Dengan ditutupnya bioskop sejak Maret 2020 dan membuat sejumlah film yang siap tayang, plus web series tayang di OTT, Garin masih melihat sejumlah kendala terjadi akibat perpindahan ini.

“Di sisi lain, sumber daya manusia yang mengerjakannya belum 100 persen siap. Belum lagi kecepatan produksi terhambat sekitar 40 persen karena harus sesuai prokes Covid-19, PSBB, izin dan sebagainya," ungkap Garin.

Ia juga menyebut, kultur dalam penulisan skenario secara serial dalam sistem industri perfilman kita belum memadai untuk mengisi konten OTT lokal Indonesia.

“Jika tak segera ditangani, ini akan mirip dengan kasus merebaknya sinetron di televisi," paparnya.

Apalagi jika nanti akhirnya cara seperti ini mengalami kejenuhan pasar yang luar biasa.

“Dikhawatirkan, tingginya kebutuhan mengisi konten membuat cara produksi kurang profesional karena mengejar waktu dan menekan biaya,“ tegasnya.

Garin pun mengandaikan kualitas konten di OTT bagai sistem berkebun.

“Selain menghasilkan banyak tanaman tidak sehat, tanahnya pun mestinya tidak cepat kering akibat kebanyakan pupuk. Fenomena lain yang menyita perhatian publik serta perang harga langganan antar OTT," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencoba untuk terus mendukung dan mendorong OTT Apps karya anak negeri tumbuh berkembang.

“Kita sangat mendukung dan turut mendorong OTT Apps karya anak negeri terus tumbuh berkembang, “ kata Tubagus Andre, Kepala Pokja Media Baru dan Arsip Film dan Musik, Kemendikbud.

Sedangkan terkait sensor terhadap tayangan di OTT, Rita Sri Hastuti dari LSF, mengatakan, lembaganya siap melakukan kerja sama dengan para aplikator OTT.

"Sebagai lembaga yang ditugaskan untuk itu kami siap. Soal teknisnya, kami sudah siapkan perangkatnya," ujar Rita.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga