Saat Radikalisme Coba Dibendung Lewat Festival Mukbang

AKURATNEWS - Paham radikalisme tak hanya dicegah lewat kegiatan yang bersifat formal. Terutama bagi kalangan milenial, cara-cara kreatif dan inovatif  perlu juga dilakukan, salah satunya lewat dunia seni.

Atas dasar itu, dalam rangka HUT Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke-12, lomba menyanyi bertajuk 'Festival Musik Kebangsaan' (Mukbang) digelar.

“Festival Mukbang ini memang dibuat khusus menjaring peserta pelajar SMA sederajat di tiga provinsi, yakni Jakarta, Banten dan Jawa Barat,” ujar Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro saat pembukaan Festival Mukbang di PPHUI, Jumat (15/7).

Rahmad melanjutkan, BNPT sengaja memberikan ruang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas bermusik para anak muda.

“Sambil kita titip pesan, jangan ikut-ikutan paham radikalisme. Kita menggaet anak muda, setelah kita lihat pelaku radikalisme biasanya anak muda,” ujar Rahmad

Ia mengungkapkan, tujuan festival Musbang juga berupaya menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan mencegah penyebaran paham radikal terorisme yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

"Melalui kegiatan bermusik, diharapkan anak muda bebas berkrativitas dan meningkatkan kewaspadaan sekaligus membentengi diri dari pengaruh ajakan kelompok radikal terorisme,” jelas Rahmad

Musisi Nanang Hape yang menjadi salah seorang juri menambahkan, biasanya anak muda memang memiliki energi lebih, tetapi sering tidak mendapatkan ruang penyaluran.

“Yang saya tangkap dari Festival Mukbang ini adalah, BNPT menginginkan kegiatan ini bukan hanya untuk menyalurkan bakat, tetapi juga sekaligus membagi energi dalam keperluan positif anak muda,” ujar Nanang.

Di festival ini terkumpul 1.200 peserta yang memasukan profil mereka bernyanyi di YouTube. Kemudian panitia memilih 60 peserta  solo, duet, maupun band untuk masuk semifinal, dan diseleksi lagi menjadi 10 besar, yang diuji secara on-line oleh dewan juri Nanang Hape, Putri Ayudhya dan Ezra Mandira..

Pada final, peserta diwajibkan membawakan lagu 'Salam Indonesia Harmoni' yang diciptakan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.,

“Lagu dan liriknya memotivasi saling menghormati dalam keberagaman. Ada part yang dibawakan secara nge-rap di lagu itu,” ungkap Putri.

Sebagai juri, Putri tidak mengelak jika lomba nyanyi BNPT ini terkesan masih terlalu lebar lantaran tidak ada pengkatogorisasian pada penilaian solo, duo maupun band.

”Sebagai tahap awal kegiatan Mukbang, kami berfikir yang penting jalan saja dulu, Jadi kita tidak membuat pengkategorisasian dalam format lomba penyanyi duo, solo, band atau yang lain. Semoga di acara selanjutnya kita bisa pikirkan kategori-kategori seperti itu,” ujar Putri Ayudya.

Nanang Hape menambahkan, banyak peserta yang masuk final terkesan tidak siap untuk tampil. Selain ada suara yang masih fals, ada pula ketidakselarasan antara vokal dan musik.

“Betul, memang begitu adanya. Karena panitia menjaring peserta berdasarkan video yang dikirim. Bisa jadi, peserta mengirim video yang terbaik yang mereka punya. Sementara di atas panggung kan harus tampil secara live. Apa adanya!” kata Nanang jujur.

Akhirnya, Festival Mukbang ini menghasilkan Sahitya Band dari Banten sebagai Juara 1. Lalu juara II Fitriani Dwi R dari DKI Jakarta dan Juara III diraih Vocal Grup SMAN 33 Jakarta.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga