Sabtu 21 Desember 2019 Utan Kemayoran Resmi Dibuka Berbagai Fasilitas Rekreasi Dibangun

Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, mengumumkan kepada awak media akan diresmikannya Utan Kemayoran untuk masyarakat umum yang akan digelar pada Sabtu 21 Desember 2019 mendatang, dimana masyarakat umum bisa menikmati kesejukan dan keindahan Utan Kemayoran sekaligus sebagai sarana edukasi bagi keluarga.

Kegiatan launching Utan Kemayoran meliputi acara peresmian, pelepasan burung, penanaman pohon, tur keliling Utan Kemayoran, dan acara hiburan sekaligus peluncuran logo dan nama resmi “Utan Kemayoran” sebagai wajah hutan Kemayoran yang baru.

Direktur Pengembangan PPK Kemayoran
Riski Renando, mengatakan PPK Kemayoran berupaya merevitalisasi hutan kota pasif menjadi hutan kota aktif yang dimulai dari perbaikan fisik hutan kota, meliputi pembangunan amphiteater dan floating stage yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti konser musik dan pentas lainnya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat pemandangan di sekeliling kawasan Kemayoran melalui viewing tower.

"Sejak 2016 kami direksi dan seluruh staff sudah melakukan terkait revitalisasi. Sekitar 6 bulan kita melakukan pengerukan dan mengangkat eceng gondok untuk menambah kapasitas air, dimana tempat ini sebagai tempat penampungan penadah hujan," terang Riski.

Pembentukan pulau-pulau ekologis di ekosistem rawa payau hutan kota juga dilakukan guna memberikan manfaat berupa terbentuknya persinggahan baru bagi hewan-hewan di hutan kota yang sebelumnya hanya merupakan semak belukar.

Salah satu obyek yang dibangun dan menjadi ikon Utan Kemayoran adalah jembatan gantung berbentuk lengkung dinamis berfungsi sebagai viewing deck yang melayang diatas air. Jembatan ini terintegrasi dengan fasilitas lain untuk pengunjung berupa toilet umum, parkir mobil, dan parkir motor yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.

Tidak hanya itu, pembangunan Utan Kemayoran juga meliputi sarana edukasi bagi pengunjung berupa penangkaran burung dan kupu-kupu yang dapat dipelajari oleh siswa-siswa sekolah. Seluruh pembangunan Utan Kemayoran berupaya memenuhi tujuan rekreasi hutan untuk dapat dinikmati masyarakat perkotaan, edukasi untuk mengenalkan flora dan fauna, serta konservasi untuk pelestarian mangrove.

"Jadi nanti ada taman burung yang kami bangun bsia jadi tempat rekreasi selaknenjafi tempat konservasi, air, tanaman maupun binatang. Sekarang burung sudah mulai datang di sini, apalagi ke arah timur kita ada danau mangrove dan di situ burungnya lebih banyak lagi," imbuhnya.

"Keberadaan Utan Kemayoran diharapkan dapat menjadi oase di kawasan Kemayoran dan menambah jumlah ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat seuai dengan tujuan revitalisasi Utan Kemayoran sekaligus untuk menjaga keseimbangan ekosistem," tandas Dirut Kristianto.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga