Sadis, Hampir Dua Tahun Tenaga Honorer di Dishub Aceh Tenggara Belum Digaji, Kok Bisa?

Kepala Dinas perhubungan Aceh Tenggara Ralefuddin. (foto istimewa)

Kutacane, Aceh Tenggara, Akuratnews.com - Puluhan tenaga honorer yang bekerja mengabdikan dirinya di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Tenggara hampir dua tahun lamanya mereka bekerja, belum menerima gaji sepersen pun.

Sumar (25), pekerja di dinas tersebut, saat ditemui Akuratnews mengatakan kekecewaannya karena diperlakukan tidak adil.

Dengan perasaan sedihnya, Sumar yang setiap hari bertugas menjaga lalulintas di Jalan Protokol Kutacane, dari pukul 07.00 WIB hingga selesai jam dinasnya pada sore hari, mengkisahkan, bagaimana nasibnya sejak awal dia bekerja melalui tahapan seleksi penjaringan tenaga honorer pada tahun 2018 lalu yang diselenggarakan serentak oleh pemkab Aceh Tenggara, hingga kini belum pernah menerima gaji.

"Dengan alasan dari pihak perhubungan, gaji kami tidak dianggarkan oleh pihak Dishub," jelas Sumar, saat diwawancarai di Kutacane, Rabu lalu (18/9/2019).

Kini, nasib Sumar dan beberapa tenaga honorer lainnya kian tak menentu lantaran sulit menutupi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas perhubungan Aceh Tenggara Ralefuddin ketika di konfirmasi via telepon selular mengakui bahwa ada sekitar 69 orang tenaga honorer yang bekerja di Dishub Aceh Tenggara sejak awal mereka bekerja, belum menerima gaji.

Menurut dia, pada saat penerimaan tenaga honorer, pertengahan tahun yang lalu, pihak Dishub tidak memasukan anggaran honor mereka pada anggaran rutin kegiatan,

"Makanya mereka tidak kami gaji," kata Ralefuddin.

Sedangkan untuk tahun 2019 ini, kata Ralefuddin, sejak awal tahun pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekda Aceh Tenggara, "tapi tampaknya belum ada titik temunya juga. Kami belum bisa anggarkan untuk gaji para honorer," ungkapnya.

Ralefuddin berdalih, jika dipaksakan (menganggarkan gaji honorer) dia kawatir akan terjadi defisit anggaran. Hal itu dia dapat dari hasil penjelasan Sekda Aceh Tenggara.

Mirisnya, menurut Ralefuddin, baru di tahun 2020 lah tenaga honorer bisa dianggarkan untuk digaji.

"Gaji tenaga honorer itu baru bisa kita anggarkan di tahun 2020 dan mengenai gaji mereka insya Allah akan kita rapel sejak bulan pertama mereka masuk kerja  di Dinas perhubungan Kab. Aceh Tenggara," tandasnya.

Artinya masih beberapa bulan lagi, itu pun jika benar-benar trealisasi. Lantas bagaimana jika tidak terealisasi? Bagaimana nasib Sumar dkk? (*)

Baca Juga