Safari Ramadhan, Bupati Ajak Generasi Muda Jaga Nasionalisme

Malang Raya, Akuratnews.com - Agenda safari Ramadhan Bupati Malang kali ini Senin (12/6/17) bertempat di pendopo Kabupaten Malang, Jl Agus Salim No 96 Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang dihadiri oleh seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Malang, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), serta Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan.

Setelah melaksanakan sholat berjamaah, seperti agenda yang dilaksanakan sebelumnya, Bupati Malang memberikan satunan kepada yatim piatu dan kaum duafa.

Dalam kesempatan yang sama Rendra menyampaikan "Indonesia merdeka bertepatan pada bulan Ramadhan. Setelah kemerdekaan, perjalanan bangsa Indonesia masih dihadapkan tantangan namun sampai hari ini masih bisa bertahan hal itu patut kita syukuri."

Saat ini, lanjut Rendra, nasionalisme memang ada, tapi pudar. khususnya pada generasi muda dari sopan santun, etika berbahasa kepada orang tua.

"bahkan seni berbudaya saat ini sudah mulai memudar, karena memudarnya hal tersebut sehingga dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan untuk menjatuhkan negara Indonesia," imbuhnya.

"Saat ini juga banyak seni dan budaya yang tidak mencerminkan ke-Indonesiaan, bahkan dianggap kurang modern, seperti seks bebas, narkoba dan lain-lain. selain itu ada juga pihak yang sengaja memberikan pemahaman dan pengertian yang salah, akhirnya mereka mencoba menjadi kelompok Radikal." tambahnya

ia menjelaskan pergeseran budaya yang saat ini juga berpotensi menghancurkan generasi bangsa salah satu contohnya seorang anak melaporkan bapaknya kepada polisi karena menjewer telinga. bahkan tidak sedikit laporan polisi guru dijewer telinganya, padahal apa yang dilakukan adalah sebagai bentuk pengajaran dan kasih sayang.

"Dengan alasan dilindungi undang-undang, hal menyimpang tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan agar Indonesia tidak dapat mencapai visi-misi yang sesuai dengan pancasila," paparnya.

Rendra juga mengajak semua masyarakat menjaga hasil perjuangan para pendahulu. "Selain itu, tokoh pendidikan juga diharapkan mampu memberikan pencerahan agar dapat mencegah faham radikal yang mampu menyusupi kaum muda generasi bangsa."

Ia bepersan, kasus ancaman Bom di gondanglegi beberapa waktu lalu agar tetap diproses hukum agar tidak terjadi di kemudian hari." (Rohman)

Penulis:

Baca Juga