Saksi Ahli: PMH Adalah Perbuatan yang Melanggar Hak dan Kewajiban

Jakarta, Akuratnews.com - Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Indotruck Utama Tergugat I dan Tommy Tuasihan Tergugat II disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam agenda kesimpulan, melalui kuasa hukumnya dari kantor HUKUM AGD & PARTNERS, penggugat berharap Majelis Hakim yang menyidangkan perkara PMH No.144/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Utr, menerima serta mengabulkan seluruh tuntutan Provisi para Penggugat, dan agar majelis hakim dapat meletakan sita jaminan atas Benda bergerak maupun tidak bergerak milik Tergugat I dan Tergugat II.

Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh PT Indotruck yakni dimana PT Indotruck secara tanpa Hak telah menyerahkan 2 lembar Giro atas nama Alfin kepada Tommy Tuasihan tanpa persetujuan pemiliknya (Alfin). Giro atau nama Alfin dengan No EB 211206 tertanggal 17 Desember 2017 dan Giro No.EB 211207 tertanggal 17 januari 2018.Masing-masing Giro tersebut senilai Rp.500.000.000,-

Meskipun dalam perkara a quo yang di cairkan oleh Tommy hanya Giro No.EB 211206, namun perbuatan Tommy tersebut juga dapat di kategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan jelas merupakan kualifikasi Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHperdata.

Saat menjadi saksi ahli dalam persidangan, Mantan Hakim Agung ketua kamar perdata Profesor Dr Atja Sandjaja SH, MH, mengatakan. "Perbuatan melawan hukum adalah perbuatan yang melanggar Hak dan kewajiban seseorang yang mengakibatkan kerugian, akibat yang terjadi pada Perbuatan Melawan Hukum, Wajib adanya ganti rugi, Bagaimana caranya? Harus melalui pengajuan gugatan PMH ke pengadilan. "tegas Prof.Dr. Atja Sandjaja SH,MH.

"Perbuatan yang di lakukan para tergugat sangatlah terang benderang dan jelas merupakan kualifikasi Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHperdata. Hal tersebut didasari oleh bukti yang otentik maka kami mohon agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo ini dapat diputus secara serta merta, yakni putusan yang di putus sebelum putusan akhir, yang dapat di laksanakan dahulu "ujar Diving SH (kuasa hukum penggugat).

Saat akan dikonfirmasi wartawan usai persidangan, Kuasa Hukum PT Indotruck maupun kuasa Hukum Tommy Tuasihan tidak bersedia memberikan komentar.

Hingga berita ini di turunkan kuasa hukum PT Indotruck Utama dan kuasa hukum Tommy Tuasihan belum memberikan keterangan.

Penulis: Nurhadi
Editor:Redaksi

Baca Juga