oleh

Saksi Beratkan Dakwaan ke Kadis Kominfo Lamongan

Sidoarjo,akuratnews.com –  Kasus perkara korupsi uang pengembalian atau cashback langganan PT Telkom cabang Lamongan senilai Rp 150 juta yang menyeret Kepala Dinas (Kadis) Komunikas dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Irfan Salim sebagai terdakwa kembali digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo, pada hari Kamis (29/11/2018).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman SH. MH., itu menghadirkan 5 orang saksi yakni 3 staf Telkom dan 2 dari Kominfo Kabupaten Lamongan,  Munawiratun dan Maria Ulfa. Dalam persidangan JPU dan Majelis Hakim menanyakan seputaran kejelasan uang pengembalian atau cashback dari PT Telkom cabang Lamongan senilai Rp 150 juta.

Tiga orang saksi dari Telkom yang dihadirkan oleh Jaksa yakni, Munawir, Suprianto, dan Sri Suharti masing-masing staf dari PT Telkom cabang Lamongan. Dalam persidangan ke tiga saksi membenarkan bahwa, uang pengembalian itu masuk ke rekening bank Mandiri atas nama terdakwa Irfan Salim.

Kenapa kok dikembalikan ke rekening milik terdakwa, bukan rekening Khas Daerah (Kasda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab)? tanyak Jaksa pada saksi, alasan saksi karena untuk mempermudah uang pengembalian pak saat itu,

“Untuk mempermudah pengembalian uang saat itu pak,” terang, saksi Sri Suharti dalam persidangan hari Kamis (29/11/2018) diruang Cakra.

Sementara terdakwa Kadis Kominfo Lamongan, Irfan Salim yang menggunakan baju batik duduk disamping Penasehat Hukumnya tidak menyangkal apapun dari keterangan saksi.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejari Lamongan, Heri Pamungkas SH dan Rudy Kurniawan SH menghukum terdakwa terbukti melakukan praktik tindak pidana korupsi pada dana pengembalian dari pihak PT Telkom Cabang Lamongan. Di mana sebelumnya Kantor Pengelolahan Data Elektronik (KPDE) telah bekerja sama dengan Telkom, di antaranya terkait langganan WiFi, Astinet dan lainya dari PT. Telkom Cabang Lamongan Tahun 2015-2016, dan dalam dakwaannya terdakwa didakwa primer pasal  2 ayat (1) junto pasal 18 UU Tipikor, subsidernya pasal 3 junto pasal 18 UU Tipikor atau pasal 8 dengan ancaman 20 tahun penjara.(Arief)

Komentar

News Feed