Fakta Sidang Sengketa SK Pengangkatan Bupati Alor

Saksi Buktikan Pelanggaran Pasal 71, Dugaan SK Bodong Bupati Alor Menguat

Jakarta, Akuratnews.com - Sengketa SK Pengangkatan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur kembali disidangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta. Sengketa ini adalah perseteruan antara Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Alor tahun 2018 nomor urut 1, DR. Imanuel E. Blegur M.Si dan H. Taufik Nampira SP. MM selaku Penggugat melawan Kementerian Dalam.Negeri yang telah mengeluarkan SK pengangkatan pasangan petahana Cagub Cawagub nomor urut 2, Drs. Amon Djobo dan Imran Duru, S.Pd.

Dalam sidang kesaksian hari ini, Kuasa Hukum Penggugat mengajukan dua Saksi sebagai upaya membuktikan adanya pelanggaran UU no 10 tahun 2011 pasal 71.

Kedua Saksi adalah Aparatur Sipil Nasional (ASN) yang dimutasi dan diberhentikan jabatannya yakni Endang Adang serta satu ASN yang dipecat bernama Z. Latang. Keduanya adalah Warga Alor yang diberhentikan atau dicopot jabatannya dan khusus Z. Latang diduga dipecat oleh Bupati petahana.

Kehadiran Endang Adang sempat dipertanyakan oleh Kuasa Hukum tergugat, apakah atas kemauan sendiri atau atas perintah atasan. "Apakah atas kemauan sendiri atau atas perintah atasan?" tanya Kuasa Hukum tergugat pada sidang yang digelar di PTUN Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Sigap, Endang Adang menjawab, kesaksiannya bukanlah atas perintah atasan namun atas kemauannya sendiri.

Endang Adang adalah pejabat ASN pemerintah daerah Alor. Dia diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Seksi Sumber Daya Manusia pada Dinas Kesehatan Kabupaten Alor. Endang disangkakan sebagai ASN yang tidak mematuhi peraturan.

Endang mengaku dipanggil dan hendak diperiksa dengan tuduhan tidak mematuhi peraturan, namun Endang membantah tuduhan tersebut dan tidak bersedia dilakukan pemeriksaan. Tetapi atas dasar itu, Endang dituduh telah menghalang-halangi pemeriksaan dan dimutasi menjadi staf pelaksana.

Herannya, surat pemberhentian dirinya itu Menurut Endang dia diberhentikan dari jabatannya pada tanggal yang sama ketika diperiksa. "Saya mencari keadilan disini," ujar Endang.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga