oleh

Sandiaga Uno sebut Dana Kampanye, Benny Rhamdani: Sulit diterima Akal Sehat

Jakarta, Akuratnews.com – Pengakuan Cawapres Sandiaga Uno perihal uang Rp500 miliar yang diberikan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuai banyak reaksi. Dimana Sandiaga mengatakan uang tersebut adalah sebagai dana kampanye, bukan mahar politik seperti isu yang beredar sebelumnya.

Wakil Ketua Komite l DPD RI, Benny Rhamdani menilai, pengakuan ini adalah tindakan bunuh diri karena Prabowo dan Sandi bukan saja belum berstatus sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden akan tetapi juga partai koalisipun belum memiliki rekening khusus untuk menampung dana kampanye, yang secara limitatif telah dibatasi jumlahnya baik dari sumbangan perorangan maupun badan hukum.

“Inilah yang harus dibuktikan terlebih dahulu oleh Sandiaga jika KPK dan BAWASLU melakukan penyelidikan, sulit diterima akal sehat publik ini sebagai dana kampanye” tegas Benny di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Benny mengatakan, KPK dan Bawaslu tidak boleh bersikap pasif dalam merespons isu pemberian uang Rp500 miliar tersebut. Menurutnya, ini dapat merusak integritas moral dan kejujuran banyak pihak tidak saja bagi Prabowo dan Sandiaga Uno, akan tetapi juga bagi PAN, PKS, bahkan KPU, BAWASLU dan KPK jika ketiga instansi ini bersikap pasif.

Dengan adanya pengakuan Sandi tersebut, isu yang sebelumnya dianggap fitnah sekarang sudah menjadi fakta yang mengandung kebenaran. Sehingga perlu diselidiki apakah dana Rp500 miliar tersebut dana untuk kampanye Pilpres atau dana untuk membeli syarat dukungan 20% kursi Parpol sebagai syarat pencapresan.

Benny menegaskan, KPK harus menyelidiki sumber dana Rp. 1 triliun itu diperoleh Sandi dari siapa, karena jika penerimaan dana Rp. 1 triliun itu diperoleh selama Sandi menjabat Wagub DKI maka penerimaan uang itu masuk dalam kategori gratifikasi yang tidak dilaporkan ke KPK.

“Jika Sandi tidak dapat membuktikan bahwa dana itu diperuntukan untuk kampanye Pilpres dan diperoleh dari sumbangan sekian banyak penyumbang atau dari Sandi sendiri, maka patut diduga ia telah berbohong atau tidak jujur kepada diri sendiri dan kepada publik”, tutur Benny.

Selain itu, Benny menambahkan, jika hal ini tidak bisa dibuktikan, ini akan menjadi awal yang tidak baik dan merusak kredibilitas Penyelenggara Pemilu (KPU dan BAWASLU) serta kredibilitas pencalonan Prabowo dan Sandi dalam Pilpres 2019. (Rhm)

Komentar

News Feed