Sanggar Tari Cantiq di Depok Lahirkan Anak Bertalenta

Depok, Akuratnews.com- Berdiri dua tahun lalu di Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Sanggar Tari Cantiq melahirkan anak-anak bertalenta hingga tampil disejumlah event Nasional.

Ketua Sanggar Tari Cantiq, Erni mengatakan tari yang dipelajari beragam seni tari dari Sabang sampai Merauke dengan tenaga pengajar lulusan akademisi dibeberapa universitas.

"Saat ini Sanggar Tari Cantiq diisi 47 anak didik yang dipandu empat orang tenaga pengajar berkompeten di bidangnya dari lulusan sarjana tari di sejumlah universitas diantaranya Isbi Bandung" ucap Erni, Saptu,(22/8/2020).

Menurutnya, para anak didik di sanggar ini memulai mengasah bakat dari nol karena syarat untuk ikut gabung di Sanggar Cantiq sendiri tak ada yang khusus.

"Dengan keinginan minat yang tinggi dan kuat, sudah bisa masuk. Untuk bakat bisa diasah ditempa di sanggar," ujar Macan, atau mamah Cantiq sapaan akrab Erni dari anak didik di Sanggar.

Tak hanya sebatas latihan dan mengasah bakat seni tari, di Sanggar Tari Cantiq para anak didik juga disalurkan bakatnya dengan tampil disejumlah event.

"Tujuanya agar kemampuan dan mental para anak didik tumbuh dan terasah dengan sendirinya," kata Erni.

Dituturkan Erni, Sanggar Tari Cantiq justru sering tampil pada event di luar Depok seperti, pada event Festival Payung se-Asean, Festival Danau Toba, Garuda Mandala Prambanan di Klaten Jateng diikuti dari beberapa negara seperti, Thailand, Jepang, India, Indonesia.

"Kalau di Depok, saat pembukaan Alun-alun Kota Depok dan event Anugerah Seni Budaya tahun 2019," katanya.

Sejumlah event untuk tampil juga sempat diagendakan Sanggar ini, nanun karena Covid-19, akhirnya dibatalkan. "Evennya di Ancol dan di Bsndung," jelas Erni.

Terkait segala keperluan saat tampil ditiap event, sejauh ini pihak sanggar mengandeng sponsor dari luar Depok. Dengan begitu tidak membebankan para anak didik di sanggar.

"Jadi, saat tampil ditiap event yang diikuti, kostum dan perlengkapan make up tampil di panggung acara pihak kami yang mengadakan,"kata Erni.

Seperti diketahui, Sanggar Tari Cantiq lebih mengedepankan sejumlah tari tradisional. Tari bersifat kontepoler hanya sebagai selingan sesuai permintaan di tiap even.

Tampil pada event diklat jurnalistik dan Pra UKW yang diadakan Kogawad, Sanggar ini menampilkan tarian konteporer pada sesi pembukaan dan penutupan acara itu di Depok 15-16 Agustus 2020.

Sedang, asal nama Sanggar Tari Cantiq dari nama sang anak dari pemilik sanggar yang menyandang predikat sebagai juara Jaipongan se-Jabodetabek.

"Jadi nama sanggar adalah nama anak saya. Karena berprestasi, dulu anak saya sering diajak tampil dengan Wali Kota di luar daerah seperti di Bali, dan Makasar," ujar Erni.

Tujuan dari Sanggar Cantiq agar hari-hari para anak terisi kegiatan positif. Lebih dari itu juga mengembangkan mempertahankan seni tari tradisional.

"Karena kalau bukan kita sebagai anak bangsa, siapa lagi yang melestarikanya. Jadi jangan karena biaya, kemauan niat yang tinggi di dunia seni tari akhirnya keinginan dan bakat anak jadi terhenti," tambahnya.

Sanggar Cantiq yang beralamat di Tqman Manggis Indah, Sukmajaya Kota Depok ini juga tak mematok besaran nominal iuran pada anak didiknya berasal dari Kota Depok, Bogor dan Jakarta.

Penulis:

Baca Juga