Satpol PP Depok Jaring Pelaku Prostitusi Usia Remaja

Kepala Satpol PP Depok Lienda Ratnanurdianny saat berikan arahan pada sejumlah remaja yang terjaring razia Minggu,(2/5)
Kepala Satpol PP Depok Lienda Ratnanurdianny saat berikan arahan pada sejumlah remaja yang terjaring razia Minggu,(2/5)

AKURATNEWS.COM- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengelar razia asusila mengarah prostitusi usia remaja di Ramadan 1442 hijriah, Minggu,(2/5) dini hari.

Dalam razia itu Satpol PP berhasil menjaring sebanyak 22 pasangan diduga lakukan asusila mengarah prostitusi. Mayoritas seluruh remaja yang diamankan baru berusia belasan tahun.

"Usianya antara belasan sampai 20 tahun-an lah. Secara detail sedang kami lakukan penyelidkan," kata Kepala Satpol PP Depok, Lienda Ratnanurdianny, Minggu,(2/5).

Lienda mengatakan modus penjaja kencan singkat ini menawarkan diri via aplikasi daring. Diketahui setelah dilakukan pemeriksaan 20 remaja.

"Karena tadi sepintas tadi kami periksa handphonenya. dan menemukan transaksi secara online ini menguatkan dugaan terjadinya praktik prostitusi," ujarnya.

Dikatakan Lienda, ada juga yang datang langsung menyewa dengan yang bukan pasangannya. Beberapa orang di antaranya berada dalam satu kamar meski berstatus bukan pasangan suami istri.

"Dugaan tindakan asusila sementara ada. Karena ditemukan beberapa pasangan yang bukan pasutri, berbeda KTP, laki dan perempuan dalam satu kamar, maka patut diduga ada tindakan asusila," kata Lienda.

Beberapa diantaranya, kata Lienda, ada juga yang datang langsung ke kamar indekos untuk mendapatkan jasa "servis".

Dalam hasil razia, pihak Satpol PP bahkan menemukan ada seorang pria yang langsung menyewa lima kamar sekaligus dalam waktu yang sama.

"Ini patut diduga untuk apa sebenarnya satu orang menyewa bulanan sampai lima kamar, kemudian dipakai aktivitas apa," pukas Lienda.

Dalam razia itu, selain kamar kost yang dihuni remaja dijadikan tempat prostitusi, Satpol PP menemukan sejumlah minuman beralkohol.

Hingga saat ini, pihak Satpol PP Depok masih melakukan pengembangan terhadap 20 orang yang melakukan asusila di kamar kos yang disewakan.

Penulis:

Baca Juga