Satpol PP Depok Segera Polisikan Pelaku Pengerusakan Segel Pemerintah

Plang segel bangunan yang dipasang Satpol PP Depok tergeletak pasca dirusak dan dibongkar paksa di lokasi perumahan di Bedahan, Sawangan Depok
Plang segel bangunan yang dipasang Satpol PP Depok tergeletak pasca dirusak dan dibongkar paksa di lokasi perumahan di Bedahan, Sawangan Depok

AKURATNEWS.COM- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok berencana akan menempuh jalur hukum atas perusakan plang segel bangunan di lokasi Perumahan Jayana Residence di Jalan Jabon RT 01 RW 02 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Plang segel setinggi sekitar tiga meter bertuliskan bangunan disegel kini tertutupi coret-coretan cat berwarna putih. Plang Segel juga bahkan telah dibongkar orang tak dikenal.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny menegaskan jika pihaknya akan lakukan upaya hukum lantaran telah masuk dalam perbuatan melawan hukum.

"Kami sedang mengumpulkan bukti permulaan agar dapat membuat Laporan Polisi (LP) kaitan pengerusakan papan segel", katanya, Selasa, (14/9).

Menurut Lienda, upaya itu dilakukan lantaran dinilai telah ada upaya pelanggaran aturan hukum. "Karena sudah memenuhi unsur pidana", ujar Lienda.

Menurut Lienda, kejadian pengerusakan segel milik Pemkot merupakan kali pertama terjadi. "Sebelumnya belum pernah", akunya.

Terpisah, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Taufiqurakhman mengatakan, tindakan perusakan pemasangan plang termasuk pada pelanggaran pidana.

"Melanggar pidana dan kita sedang proses pengumpulan bukti awal untuk masuk laporan kepihak kepolisian", kata Taufik.

Sebelumnya, penyegelan bangunan perumahan tersebut dilakukan pihak Satpol PP Depok pada 31 Mei 2021 lalu lantaran dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 03 Tahun 2019 tentang Perizinan dan Non Perizinan.

Kemudian juga melanggar Perda Kota Depok Nomor 01 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Perda Kota Depok Nomor 02 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 12 tahun 2013 tentang Bangunan dan IMB.

Dilokasi penyegelan diketahui berdiri sebanyak 103 unit rumah tinggal serta ada Delapan unit ruko yang tidak memiliki IMB.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga