Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Kurir Narkoba

Surabaya, Akuratnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menangkap seorang kurir Narkoba jenis ekstasi berinisial HR, saat akan mengambil barang pesanan yang dikirim dari Surabaya menggunakan jasa ekspedisi JNE.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat, bahwa akan ada pengiriman ineks ke Samarinda.

"Kami mendapatkan laporan masyarakat, bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis ineks ke Samarinda. Kemudian anggota melakukan pengecekan dengan tekhnik Control delivery, setibanya di Samarinda, kami menangkap tersangka HR sebagai kurir yang bertugas mengambil barang tersebut" terang Antonius saat jumpa pers, Kamis (12/12/19)

Lebih lanjut Antonius menerangkan, untuk mengelabui petugas, ineks tersebut dikirim di dalam paketan baju-baju bekas.

"Setelah kita berkordinasi dengan pihak ekspedisi, dan kemudian mengecek pengiriman yang dimaksud, ternyata benar ada dua ratus butir ineks jenis baru, yaitu gold dan diamond di dalam paketan baju-baju bekas," paparnya

Meskipun sudah disuport penuh oleh Polda Kalimantan Timur, namun Alan Febriawan pemilik 200 butir ekstasi, berhasil lolos.

"Setelah menangkap HR, kami mendapat informasi keberadaan Alan Febriawan, pemilik narkoba tersebut. Berdasarkan info intelejen daerah tersebut merupakan daerah merah sehingga kami berkordinasi, dan mendapat support penuh dari Polda Kaltim.Sempat terjadi kejar-kejaran, namun dia berhasil lolos, karena anggota kami kurang menguasai medan," pungkas perwira yang memiliki dua melati di pundaknya ini.

Sementara itu, tersangka HR mengaku sudah dua kali mengambil paketan ekstasi tersebut.

"Saya sudah dua kali mengambil barang, dibayar tujuh ratus ribu sekali ngambil, dan dapat uang makan juga dua juta," beber HR sambil menutupi wajahnya.

Perlu diketahui, bahwa tersangka Alan Febriawan yang hingga saat ini masih DPO, merupakan residivis kasus yang sama.

Tersangka HR dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup.

Penulis: Moris Mangke

Baca Juga