Satresnarkoba Polres Jakarta Pusat Ringkus Bandar Besar Tembakau Gorilla

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga (tengah) bersama Timsus Narkoba di Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta. Rabu (6/1/2021). foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta. Akuratnews - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis Tembakau Gorilla dan menangkap bandar besarnya Di Jakarta.

Kasat Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan, penangkapan bandar besar narkotika jenis tembakau gorilla/sintetis ini bermula dari penangkapan bandar kecil yang terus dikembangkan hingga ke bandar besar.

"Awalnya kami menangkap bandar kecil melalui informasi dari masyarakat, kemudian Tim Khusus (timsus) Satresnarkoba melakukan penyelidikan intensif dan berhasil menangkap 4 tersangka berikut barang bukti tembakau gorilla/sintetis siap edar," kata Kompol Indrawienny Panjiyoga di Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta. Rabu (6/1/2021).

Dijelaskannya, dari empat tersangka SNJ, MAH, dan OIAD, salah satu tersangka berinisial AP terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena berusaha melawan saat penangkapan tersangka SNJ.

"Salah satu tersangka kami lakukan tindakan tegas terukur karena berusaha melawan petugas saat akan diamankan," paparnya.

Kompol Panjiyoga memaparkan, para tersangka yang ditangkap dikawasan Kemanggisan Jakarta Barat ini meracik tembakau murni yang dicampur dengan serbuk sintetis, dan alkohol, setelah dikeringkan, tembakau dikemas dalam plastik untuk diedarkan melalui media sosial.

"Mereka semua terlibat dalam proses produksi dan penjualan, tersangka MAH meracik tembakau murni dengan serbuk sintetis kemudian dicampur dengan alkohol, dan dikeringkan, setelah kering, tembakau dikemas dalam plastik berbagai ukuran untuk diedarkan via medsos," paparnya.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita 3 kilogram tembakau gorilla/sintetis dalam box plastik ukuran 30 Kg dan beberapa bungkus serta lintingan rokok tembakau gorilla.

"Dari lokasi penangkapan, kami sita sekitar 3.000 gram atau 3 kg sisanya 27 gram dan lintingan rokok tembakau gorilla yang dijual Rp 300 ribu," ungkap Panjiyoga.

Diakui para pelaku, mereka belajar meracik tembakau gorilla melalui komunitas dan aplikasi chat media sosial.

"Mereka memiliki komunitas yang saling bertukar informasi soal pembuatan tembakau gorilla dan disana mereka belajar meraciknya," tambahnya.

Disampaikan Panjiyoga, peminat tembakau gorilla adalah anak-anak muda (ABG) dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan, karena ada kandungan zat kimia sebagai campurannya.

"Motif orang beli ini untuk happy untuk dia senang, padahal bisa membuat halusinasi sama seperti ganja bahkan lebih parah bisa merusak otak," pungkasnya

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 114 subsider 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan Hukuman paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun penjara. (akuratnews).

Penulis:

Baca Juga