Satu Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Brutal Gadis Baduy, Masih Pelajar

Terduga Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Brutal gadis Baduy. (foto Net)

Serang, Akuratnews.com - Pembunuhan sadis terhadap gadis Baduy SW berusia 13 tahun secara brutal dilakukan oleh 3 orang pelaku. Mirisnya, satu pelaku masih berusia 15 tahun berinisial AR dan masih duduk di bangku SMA kelas 2 di salah satu Kabupaten Lebak.

"Ada satu pelaku di bawah umur 15 tahun dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA," kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir saat ekspos di Mapolda Banten, Kota Serang, dikutip situs nasional, Kamis (5/9/2019).

AR berperan membantu rekannya melancarkan aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh AMS dengan membekap mulut korban agar tidak berteriak.

Bejatnya, Kemudian pelaku sempat melakukan pemerkosan dan melakukan pembacokan satu kali di bagian wajah.

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto menambahkan, meskipun yang bersangkutan masih tergolong remaja atau di bawah umur, pihaknya tetap menjerat AR dengan Pasal 340 KUHP.

"Secara otomatis hukumannya pasti setengahnya yang masih di bawah umur," katanya.

Sebagaimana diberitakan, seorang gadis berinisial SW (13) anak dari pasangan Arka dan Sarni, warga suku Baduy Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak provinsi Banten ditemukan tewas penuh luka bacok, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan sudah tidak bernyawa oleh kakak korban disebuah Saung Huma di Kampung Tanjakan Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar.

Diduga korban tewas karena dibunuh, sebab saat ditemukan bagian tubuh korban penuh luka.

"Tadi sekitar pukul 17.00 WIB, saya dapat telpon dari warga. Kebetulan posisi saya dekat dengan tempat kejadian, kemudian saya cek ke lokasi ya memang benar ada pembunuhan. Setelah itu saya telpon pak Kapolsek dan pak Camat, mereka langsung datang ke lokasi kejadian," ujar Ohan Baheri Kades Cisemeut Raya, Jumat (30/8/2019) malam.

Diketahui kemudian, SW dibunuh dengan sadis setelah diperkosa terlebih dahulu. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga