Rencana Larangan Impor Airbus

Sawit Indonesia Diembargo Uni Eropa, Kapan Indonesia Membalas?

Airbus. (foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Indonesia beraksi atas aksi embargo sawit Indonesia oleh Uni Eropa (UE) Indonesia berencana melakukan pelarangan impor pesawat komersial Airbus, mendorong maskapai penerbangan domestik untuk membeli Boeing dari Amerika Serikat.

Dilansir dari Simple Flying (Minggu, 25/8/2019) pekan lalu, Komisi Uni Eropa memberlakukan kenaikan bea untuk impor biodiesel dari Indonesia sebesar 8 hingga 18 persen. Kenaikan bea impor baru ini dikenakan karena Indonesia dianggap telah merusak hutan hujan dan jadi penyebab utama deforestasi berkelanjutan di Kalimantan.

Lebih lanjut, UE menyatakan bahwa minyak sawit harus dihapus dari bahan bakar terbarukan. Namun, banyak pihak menduga bahwa langkah UE ditujukan untuk mengembalikan pasar sawit ke produsen Eropa.

Sawit memang komoditas ekspor paling menjanjikan bagi Indonesia. Nilai impor biodiesel UE dari Indonesia saja sudah bernilai sekitar 400 juta euro atau hampir Rp 6,5 triliun (kurs: Rp 16.055/euro).

Merespons langkah UE, Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita bertemu dengan pendiri Lion Air, Rusdi Kirana guna membahas peralihan Airbus ke Boeing dan berbagai opsi lainnya.

Menurut ch-aviation, tiga maskapai Indonesia saat ini memiliki pesanan 219 pesawat Airbus. Di antaranya adalah 113 buah A320-200neo dan 65 seri A321-200neo yang dipesan Lion Air, 2 A320neo dan 14 A330-900neo oleh Garuda Indonesia, lalu 25 A320neo oleh Citilink.

Prediksi indonesia membalas aksi embargo Uni Eropa dengan ganti mengembargo Airbus, sudah lama tetdengar. Namun sayangnya pemerintah Indonesia tidak benar-benar menjalankan embargo Airbus tersebut, kembali hanya wacana dan rencana Kemendag. Soal kapan dilaksanakan, belum ada pernyataan resmi Menteri Enggar.

Padahal, kampanye busuk barat sudah sejak tiga tahun lalu ramai diperdengarkan parlemen Uni Eropa. Kampanye itu disinyalir sebagai bentuk pengganjalan atas hebatnya pengaruh minyak Sawit ketimbang minyak kedelai atau minyak bunga Matahari yang diproduksi barat.

Karena itulah mereka (uni eropa) diduga sengaja mengganjal sawit indonesia agar tak bisa masuk pasar eropa.*

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga