Pemilu 2019

SBY Dituding Licik, Demokrat Sewot

Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon

Jakarta, Akuratnews.com - Partai Demokrat sewot saat Kivlan Zein menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak ingin Prabowo Subianto menjadi presiden.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat angkat bicara atas pernyataan Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat SBY adalah orang yang licik.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai, Kivlan tak patut menyatakan seperti itu kepada SBY. Menurutnya, Kivlan tak memahami perjuangan SBY dalam memenangkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

"Terkait pemenangan Prabowo-Sandi, saya yang ada di gugus paling depan dikirimkan oleh Pak SBY dan Demokrat selama tujuh bulan ini 'berdarah-darah' memenangkan Prabowo-Sandi," katan Jansen dalam keterangan pers yang diterima Akuratnews.com di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Jansen mengatakan, jika SBY tak ingin Prabowo jadi presiden seperti yang dituduhkan Kivlan, tak mungkin SBY memberikan rekomendasi kepada semua kader untuk mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Kalau SBY tidak ingin Prabowo jadi presiden, tidak mungkin rekomendasi Partai Demokrat yang ditandatangani SBY sendiri diberikan ke Prabowo dan berkali-kali Prabowo jumpa dengan SBY dan kami kader Partai Demokrat ini dikirimkan oleh pak SBY untuk berjuang memenangkan Prabowo," katanya.

Ia justru mempertanyakan komitmen Kivlan dalam memperjuangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Sebab, mantan Kas Kostrad itu tak jelas kontribusinya.

"Terkait pemenangan Prabowo, saya yang ada di gugus paling depan dikirimkan oleh Pak SBY dan Demokrat selama tujuh bulan ini 'berdarah-darah' memenangkan Prabowo-Sandi, sedang Kivlan ini saya tidak tahu entah di mana posisinya. Eh, tiba-tiba dia muncul di belakang sok paling jadi pahlawan dan paling jago lagi. Jadi tidak usah didengarkanlah ocehan Kivlan itu," katanya.

Selain itu, Jansen pun tak terima jika SBY dikatakan Kivlan sebagai orang yang licik, lantaran kontribusi SBY lebih jelas bagi negara ketimbang Kivlan Zein, yang hanya banyak oceh.

"Kivlan ini lama-lama sok jago padahal di tentara juga dia bukan siapa-siapa dan tidak jadi apa-apa. Bagaimana dia mau membandingkan dirinya dengan Pak SBY dan mengatakan dirinya yang mendidik serta lebih jago dari SBY, karena di Akmil saja sejarah mencatat pak SBY ini lulusan terbaik Akmil peraih Adhimakayasa, sedang Kivlan Zen ini kita tidak tahu lulus peringkat berapa dia. Belum lagi kita bicara di kemudian hari. SBY itu jadi Menkopolhukam dan kemudian oleh rakyat Indonesia dipilih jadi presiden. Lah, Kivlan ini dalam sejarah hidupnya memang jadi apa?" kata Jansen sembari bertanya.

Jansen pun mengingatkan kepada Kivlan, untuk tak banyak omong. Apalagi menghina SBY, sebab Kivlan bukan kelas bagi ketua umum partai berlambang segitiga Mercy tersebut.

"Jadi Kivlan ini tidak usah banyak omonglah, karena kelasnya jauh benar di bawah SBY apalagi terkait kontribusinya ke Republik ini," katanya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga