SDI Sabilina dari Indonesia Raih Penghargaan Pendidikan dari Jepang.

Jakarta, Akuratnews.com -- SD Islam Sabilina yang beralamat di JI Raya Kranggan No 47, Jatisampurna, Bekasi, Indonesia, meraih penghargaan bergengsi dari lembaga pendidikan dari Jepang. Penghargaan diberikan kepada SD Islam Sabilina berkat kemampuannya dalam, "Mengamankan Peluang Pendidikan dalam Krisis Covid-19".

SD Islam Sabilina memiliki 49 pengajar, dan peserta didik sebanyak 301 siswa dan siswi. Dikepala sekolahi oleh Teti Herawati, S.Pd. dan Koordinator Guru Fatia Syarah, S.S.I, M.Si

Penghargaan dari South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT), Jepang. Bekerjasama dengan UNESCO Asia Pacific Regional Bureau for Education (UNESCO Bangkok), juga sekaligus menyampaikan apresiasi kepada 282 sekolah lainnya yang mengikuti kompetisi dari 8 negara Asia Tenggara ini.

Terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

SEAMEO Japan ESD Award 2021 dengan tema “Securing Educational Opportunities in COVID-19 Crisis”, itu juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan negara-negara Asia Tenggara.

Sebagai juara dua (2) SD Sabilina berada di bawah sekolah serupa dari Singapura.

Atas capaian prestisius itu, H. Hilman Farikhi, selaku Ketua Yayasan Sabilina mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran pengajar yang terus berinovasi menciptakan dan mencari rumusan sistem ajar kepada anak didiknya di masa pagebluk ini.

"Tidak mudah menciptakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi ini. Dengan formulasi sedemikian rupa yang mampu memangkas jarak, dan melipat ruang dan waktu. Sehingga peserta didik tetap merasa dekat, dan tetap terkoneksi dengan pengajarnya. Sehingga tetap menciptakan ruang bermain yang mengasyikkan di rumah masing-masing," kata H.Hilman Farikhi di Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Dalam masa pandemi ini, SD Islam Sabilina, ditambahkan Teti Herawati S.Pd, terus berinisiatif membentuk sebuah tim untuk membantu menemukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang paling ideal.

“Di awal masa PJJ, para pengajar sempat kewalahan dengan sistem mengajar secara daring. Tim Sabilina Digital sangat membantu, dan banyak memberikan ide-ide kreatif agar anak didik tetap semangat untuk belajar”, kata Teti Herawati.

“Dengan tema 'Rise and Shine in Information and Communication Technology Utilization during Covid-19 Crisis', membuktikan bahwa SD Islam Sabilina mampu untuk beradaptasi dan berkarya untuk pendidikan selama pandemi”, imbuh Fatia Syarah.

Teti Herawati menambahkan,
sebagai gambaran latar belakang. Saat awal pandemi guru pengajar memang sempat mengalami kerepotan dengan pembelajaran daring. Kemudian dibentuk tim Sabilina Digital Creative yang mensupport pembelajaran.

"Caranya kami mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran, syuting guru mengajar, pelatihan untuk zoom meeting, pembuatan infografis di Medsos, dan sistem pembelajaran lainnya, demi mencari keidealan sistem pembelajaran," pungkas Teti Herawati. (**)

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga