Bikin Video Rekayasa, Dosen Dan Mahasiswi Terancam 10 Tahun Penjara

Jakarta. Akuratnews - Polsek Metro Menteng menangkap dosen dan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta pembuat dan penyebar video perkelahian di Jl. MH Thamrin yang viral di media sosial baru-baru ini.

Keduanya diketahui membuat video aksi perkelahian di zebra cross di kawasan jalan MH Thamrin dengan membayar sejumlah sopir bajaj untuk berakting seakan-akan terjadi pengeroyokan dan disaksikan para pengendara lain di traffic light.

"Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, video aksi perkelahian yang di posting akun @mbxyeyen dan @peduli.jakarta yang menjadi viral di media sosial Instagram tersebut ternyata hanya rekayasa," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK saat di konfirmasi Akuratnews, Rabu (19/2/2020).

Dikatakan Kapolsek, untuk mencegah semakin menyebarnya video yang berpotensi dapat meresahkan masyarakat, dirinya langsung membentuk tim yang dipimpin Kanit Reskrim Kompol Gozali Luhulima untuk melacak pembuat dan penyebar video tersebut.

"Dalam waktu 2X24 Jam, Tim Buser Reskrim berhasil menangkap 6 orang, diantaranya, 4 orang sopir bajaj berinisial D, BI, S dan AW (aktor yang memukuli korban) seorang dosen berinisial FG as F (korban pemukulan/konten kreator) dan seorang mahasiswi berinisial YA as Y (perekam aksi perkelahian) dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka FG as F mengakui video perkelahian tersebut tidak benar terjadi, tersangka membayar sejumlah orang untuk melakukan aksi pengeroyokan terhadap dirinya dan menyuruh mahasiswinya YA as Y untuk merekam aksi pengeroyokan menggunakan Handphone.

"Para sopir Bajaj dibayar oleh pelaku FG as F untuk memukulinya di zebra cross dan direkam oleh pelaku YA as Y," ungkap Kapolsek.

Setelah video selesai dibuat, pelaku FG as F mengaku dirinya dengan sengaja mengirimkan video yang dibuatnya ke akun @peduli.jakarta untuk di viralkan dengan membayar Rp 50.000 yang di transfer via M-banking ke admin akun @peduli.jakarta.

"Pelaku dengan sengaja bermaksud memviralkan video tersebut dengan membayar sejumlah uang ke akun Instagram @peduli.jakarta," pungkasnya.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita 2 unit Handphone, Flashdisk, Tas, Kemeja dan screenshot bukti transfer serta tayangan video perkelahian rekayasa.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka melanggar Pasal 28 ayat (1) jo pasal 45 a ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasa 14 Sub pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Pidana dengan ancaman hukuman 10 Tahun Penjara.

Penulis:

Baca Juga