Segera! Usai Uji Klinis, Viradef dan Regimun Jadi Fitofarmaka

AKURATNEWS - Dalam waktu dekat, Viradef dan Regimun Biotek yang dikenal sebagai obat berbasis herbal akan mengubahnya menjadi fitofarmaka. Dan untuk menuju hal tersebut, Biotek selaku perusahaan farmasi pemilik dua obat ini akan melakukan tahapan uji klinis di Indonesia.

Uji klinis ini dianggap penting dilakukan sekalipun kedua obat ini sudah banyak dipakai untuk masyarakat dan telah mengantongi hasil uji klinis sebelumnya yang dilakukan di Amerika Serikat (AS).

"Banyak pasien autoimun saya sudah menggunakan obat ini. Lagipula, studi pertama kedua obat ini sudah dilakukan di AS dan hasilnya sangat baik dengan efek samping sangat kecil untuk pasien autoimun," kata pakar kesehatan, Prof Iris Rengganis di Jakarta, Kamis (26/5).

Dikatakan Prof Iris, jika nantinya Viradef dan Regimun menjadi fitofarmaka, maka penggunaannya harus melalui resep dokter.

"Sekarang masih dijual bebas," beber Prof Iris yang juga Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) ini.

Biotek sendiri saat ini sudah bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji klinis di Indonesia. Dipastikan semua proses dan prosedur akan dijalani untuk memastikan keamanan dan khasiatnya untuk masyarakat.

"Kami juga memastikan bahwa uji klinis yang nanti akan dilakukan di Indonesia sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO)," tambah Head of Research and Development PT Biotek Farmasi Indonesia, dr Rinto.

"Jika hasil uji klinis di Indonesia terkait Viradef dan Regimun selesai dan sama baiknya dengan hasil uji klinis sebelumnya, Viradef dan Regimun tak hanya diakui Indonesia, tapi dunia," lanjutnya.

Viradef sendiri adalah antivirus yang bersifat imunomodulator. Obat ini dipercaya sudah menyembuhkan banyak pasien Covid-19. Tak hanya itu, diyakini, Viradef juga mampu menyembuhkan Hepatitis akut yang diderita anak-anak belakangan ini.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga