Segmen Milenial Jadi Pasar Potensial Bagi Kredit Konsumsi

Jakarta, Akuratnews.com - Segmen milenial adalah pasar yang potensial untuk penyaluran kredit konsumen. Hal inilah yang kini diincar PT Bank UOB Indonesia.

Presiden Direktur UOB Indonesia Kevin Lam mengatakan, segmen milenial memiliki potensi yang besar dan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya konsumsi pribadi kelas menengah.

Dalam hal ini, Kevin menyampaikan, perbankan sudah memiliki produk kartu kredit khusus untuk segmen milenial. Perseroan juga akan meluncurkan produk digital banking yang dilengkapi fitur khusus untuk milenial pada tahun ini.

"Untuk milenial, kami sudah punya kartu kredit, tapi saya rasa tidak cukup, jadi kami akan meluncurkan produk digital dengan branding tomorrow dalam beberapa bulan ke depan," kata Kevin di sela'-sela Konferensi Pers Economic Outlook 2020, Rabu (28/8).

Kevin mengutarakan, pendapatan dari bisnis kartu kredit khusus untuk segmen milenial paling besar ditopang oleh penggunaan di sektor wisata.

Sehingga menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan bisnis kartu kredit perseroan ke depan akan semakin besar, baik dari wisata domestik maupun mancanegara.

Perseroan pun mengincar jumlah nasabah UOB dapat meningkat hingga 1 juta nasabah dengan porsi 75 persen adalah milenial dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, jumlah nasabah UOB tercatat sebanyak lebih dari 500 ribu nasabah. Dari jumlah tersebut, segmen milenial dengan dua kategori, yaitu young professional dan young family, tercatat sebanyak lebih dari 100 ribu nasabah.

Pada kesempatan yang sama, Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja menyampaikan di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat, pendorong pertumbuhan ekonomi utama masih tetap bertumpu pada konsumsi pribadi, yang mencapai lebih dari 50 persen.

Lebih lanjut, imbuh Enrico, masih ada pangsa pasar, yakni generasi milenial yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung dan pendongkrak perekonomian selama 10 tahun ke depan dengan peningkatan kemampuan belanja segmen tersebut.

"Pola konsumsi milenial unik sehingga bisa meningkatkan ekonomi Indonesia. Mereka menghabiskan 50 persen pendapatannya dengan gaya hidup 4S, yaitu sugar (makanan dan minuman), skin (perawatan tubuh dan kecantikan), sun (liburan dan hiburan) dan screen (konsumsi layar digital)," jelasnya.

Enrico melanjutkan, dari keempat gaya hidup tersebut, milenial paling banyak menghabiskan pendapatannya di sektor wisata. Oleh karena itu, dia menilai, sektor wisata memiliki potensi paling besar, apalagi dengan wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, bisa semakin mendongkrak potensi wisata di Indonesia bagian Timur.

Peningkatan pendapatan dan jenis pilihan pembelanjaan generasi milenial dinilai turut membuka kesempatan bagi para pebisnis dalam memenuhi kebutuhan segmen populasi ini, yang tentunya juga akan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis mereka.

Berdasarkan data riset ekonomi UOB Indonesia tentang tingkat pendapatan berbagai segmentasi populasi antara tahun 2010-2019, pendapatan riil kaum milenial tumbuh sebesar 8,6 persen per tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan antara 3 persen-5 persen pada kelompok demografi lainnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga