Sejarah Adolf Hitler Kirim Senjata Untuk Soekarno

Adolf Hitler dan Soekarno. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Sejarah dunia pernah mencatat kedekatan antara Presiden RI pertama, Ir. Soekarno dengan penguasa Jerman nomor satu, Adolf Hitler. Kedekatan emosional itu yang melahirkan sejarah pengiriman senjata Jerman untuk Indonesia yang dikirim langsung melalui Kapal Selam. Saat itu, armada kapal selam Jerman merupakan yang terkuat di dunia.

Horst Henry Geerken, sahabat dekat presiden Indonesia pertama Soekarno, di Ubud Gianyar, Bali menyampaikan bahwa Adolf Hitler pernah bekerja sama dalam hal persenjataan kepada Indonesia. Pemimpin Nazi ini, pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam ke Indonesia.

Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 – 1945. Senjata ini untuk membantu para pejuang PETA (Pembela Tanah Air) di Indonesia.

“Soekarno bilang hal ini ke saya tahun 1963 hingga 1964, saat kita bertemu di Bali. Saat itu Bung Karno banyak bicara tentang politik,” kata pria kelahiran Jerman tahun 1933 tersebut. Senjata-senjata dari Jerman untuk Indonesia dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Sabang di Pulau Weh.

“Senjata-senjata ini dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik, lewat Afrika, dengan menggunakan total 57 buah kapal selam Jerman,” jelas Henry.

Henry menegaskan, Hitler mau membantu Soekarno waktu itu karena tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia. Komunikasi antara Soekarno dan Hitler tidak dilakukan secara langsung, tetapi lewat perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia.

“Waktu pengiriman senjata itu, Hitler (Jerman) sedang berperang dengan Belanda, waktu itu Belanda sedang jajah Indonesia. Jadi Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia,” jelas Henry.

Selain membantu Indonesia dalam persenjataan itu, Hitler juga kabur ke Indonesia setelah kalah perang di Jerman. “Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia,” tambah Henry.

Kisah rahasia Adolf Hitler dan Soekarno ini, ujar Henry, akan diceritakan lebih jelas dalam buku baru yang disusunnya. Buku kisah persahabatan Adolf Hitler dan Soekarno yang belum terungkap ke publik.

Untuk diketahui, Horst Henry Geerken lahir di Jerman dan kuliah tehnik di Jerman dan Amerika itu tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman, Telefunken.

Henry yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno itu kemudian menulis buku ‘A Magic Gecko Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno’.

Selain buku berjudul A Magic Gecko: Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno”, Henry juga menulis buku berjudul “Jejak Hitler di Indonesia”, yang membahas tentang hubungan antara Nazi Jerman dengan Indonesia dan juga Hindia Belanda.

Buku ini bisa dibilang merupakan buku pertama yang ditulis oleh orang Jerman dan dibuat dengan menggunakan riset yang mendalam, baik di Indonesia maupun di Jerman.

Buku ini sendiri diterbitkan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jerman (Hitlers Griff nach Asien) yang sangat detail dalam dua volume, bahasa Inggris (Hitler’s Asian Adventure), dan bahasa Indonesia (Jejak Hitler di Indonesia).

Untuk edisi bahasa Indonesia penerbitnya adalah PT. Kompas media Nusantara, dengan penterjemah Thomas Bambang Murtianto, dan perancang sampul oleh Wiko Haripahargio.

Banyak hal menarik yang diungkap dalam buku ini, dengan sebagiannya adalah fakta-fakta baru yang untuk pertama kalinya dipublikasikan. beberapa diantaranya adalah kedekatan Hitler dengan Walther Hewel yang memperkenalkannya pada Indonesia, kisah Emil Helfferich dengan perkebunannya di Jawa dan Sumatera, – Pelabuhan Sabang di Pulau Weh dan kapal selam Italia.

Selain itu pada buku ini juga mengisahkan pianis Hitler yang asli beraasal Indonesia, hubungan dagang antara Nazi Jerman dengan Hindia belanda, orang-orang Yahudi di Hindia Belanda, sekolah Jerman di Jawa, makam tentara Jerman di Jawa, serta tokoh-tokoh Jerman yang terlibat dalam pembangunan Indonesia pasca kemerdekaan, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa rencananya akan ada tiga seri buku ini yang diterbitkan, dengan seri selanjutnya di tahun-tahun mendatang.

Buku lain dalam bahasa Inggris oleh Peter Levenda tentang sepak terjang Hitler dan Nazi ada beberapa. Namun ada buku yag sangat menarik karena terkait lartinya Hitler ke Indonesia, sekaligus tentang keberadaan harta Nazi Jerman di Indonesia.

Lebih dari tiga puluh tahun setelah penyelidikan pertamanya tentang tentara bawah tanah Nazi, Peter Levenda telah kembali lagi dan lagi, untuk mencari kebenaran tentang karakter sejati kultus Nazi dan orang-orang serta gerakan politik yang telah dipengaruhinya dalam beberapa dekade sejak akhir Dunia Perang II.

Penyelidikan dan penelitian secara lebih lebar ini bergerak dari markas Ku Klux Klan di Reading, Pennsylvania ke kantor New York City, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO/Palestine Liberation Organization) dari apartemen seorang pemimpin neo-Nazi yang terkenal, hingga ke sebuah markas pesantren, markas orang yang memerintahkan Bom Bali.

Ketika Levenda menemukan keberadaan dunia bawah Nazi di Asia, perhubungan agama, politik, terorisme dan kepercayaan okultisme terungkap sebagai wilayah sebenarnya dari ancaman terhadap keamanan global.

Dengan penelitian yang teliti – baik dari bahan arsip maupun arsip dari badan intelijen yang tidak dikenal, wawancara pribadi dan investigasi yang dilakukan di Asia, Eropa dan Amerika Latin, tentang isi buku The Hitler Legacy: The Nazi Cult in Diaspora: How it was Organized, How it was Funded, and Why it Remains a Threat to Global Security in the Age of Terrorism, adalah kisah tentang bagaimana kesalahan abad ke-20 telah pulang untuk bertengger di abad ke-21.

Buku ini akan menantang pemikiran konvensional tentang topik-topik seperti Ikhwanul Muslimin dan terorisme Islam dan bahkan tentang dugaan kematian salah satu pembunuh paling terkenal di dunia – Adolf Hitler.

Judul esoteris buku Peter Levenda lainnya adalah The Dark Lord, Tantra Temples, dan The Tantric Alchemist. Sejarahnya termasuk The Hitler Legacy dan Ratline. Levenda telah muncul sebagai pakar okultisme Nazi di History Channel, Discovery Channel, National Geographic Channel, dan TNT.

(dari berbagai sumber)

Penulis:

Baca Juga