6 Pandangan Kebangsaan

Sejumlah Tokoh dan Praktisi Akan Lahirkan Gerakan Kebangsaan Indonesia

Jakarta, Akuratnews.com- Daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun. Untuk itu dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental sedini mungkin.

Upaya menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi Pancasila, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dasar bela negara harus sedini mungkin dapat menjadi spirit dan manifestasi bangkitnya kembali kesadaran masyarakat semesta untuk melakukan Gerakan Kebangsaan Indonesia.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui gerakan kebangsaan di Indonesia dewasa ini menjadi penting dan telah menjadi isu hangat dikalangan masyarakat dari berbagai kalangan dan dari berbagai latar belakang.

Isu kebangsaan saat ini menjadi materi-materi dalam diskusi-diskusi menarik diperbincangkan diberbagai tempat.  Dari berbagai diskusi-diskusi tersebut itulah muncul kesaamaan cara pandang dan kesamaan gagasan untuk menyatukan semangat tersebut kedalam sebuah kesepakatan bersama untuk melahirkan serta memperjuangkan ide gerakan kebangsaan tersebut agar dapat menjadi gerakan masyarakat semesta serta leih jauh dapat menjadi kerangka acuan dalam memantapkan materi  kurikulum mulai dari sekolah dasar hingga sekolah tingkat atas.

Jika tidak dilakukan maka akan membawa dampak pudarnya rasa nasionalisme kebangsaan atau kecintaan warga terhadap negaranya. Karena kekuatan rakyat bukanlah kekuatan yang bersifat fisik/materiil semata, namun merupakan kekuatan jiwa yang sangat kuat didasarkan atas kecintaannya yang mendalam terhadap bangsa dan negaranya

 

Marsudiyanto sebagai salah tokoh muda yang mendukung terbangunnya kembali gerakan kebangsaan menjelaskan,

"Konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika, karena hal tersebut mencerminkan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui pemanfaatan Gerakan Kebangsaan, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme atau rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air", jelas Marsudiyanto, melalui siaran pers di Jakarta pada Kamis (12/12/20).

Selaras dengan konsep di atas, Johnson Silitonga yang juga aktif di dunia kepemudaan dan kemahasiswaan menambahkan.

"Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran baru akan gerakan kebangsaan ini dapat menumbuh suburkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain dan juga membangun karakter dan nilai ideologi bangsa dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa", tambahnya.

Adapun rencana bersama untuk mewujudkan ide dan gagasan lahirnya gerakan kebangsaan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2020 mulai  Pukul 09.00 – 13.00 WIB, di Singosari Room, Hotel Borobudur Jakarta, dengan mengangkat thema “Sinerginya, Symphoni Kebangsaan Dalam Kebhinekaan”.

Kegiatan tersebut akan dikuti berbagai unsur yaitu tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh kemahasiswaan, praktisi, wartawan, partai politik, LSM dan masyarakat umum dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Sementara itu Edwin D Ahra yang juga merupakan tokoh masyarakat juga turut menjelaskan  pendapatnya.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap optimalisasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan", tambah Edwin.

Tak ketinggalan, Jahnis M selaku praktisi pendidikan juga turut menyampaikan harapannya.

" Saya berharap,  dengan terselenggaranya forum inisiasi gerakan kebangsaan Indonesia dapat menjadi penguatan demokrasi Pancasila sehingga sejalan dengan itu pula diharapkan daat mendorong meningkatnya kesadaran hukum masyarakat yang adil agar arah perkembangan demokrasi tidak menuju anarki dan kleptokrasi. Sebab demokrasi tidak bisa menjadi tujuan pada dirinya sendiri, demokrasi adalah alat agar pembangunan demokrasi simultan dengan pembagunan ekonomi, sosial dan spiritual", jelasnya..

Dalam rangka membaca dan mengantisipasi perkembangan demokrasi Indonesia kedepan agar tidak keluar dari rel demokrasi Pancasila, maka perlu pondasi kebangsaan yang kuat dan utuh.

Lintas tokoh organisasi lainnya yang berasal dari organisasi keagamaan bung ridwan berpendapat bahawa Zaman selalu berubah, olehkarena itu perlu mengenal tanda-tanda zaman, memberi proyeksi masa depan untuk ditarik ke masa kini agar bisa diantisipasi elemen-elemen negatifnya.

Melihat latar belakang tersebut, kami yang besepakat dalam menginisiasi gerakan kebangsaan Indonesia ini dan didukung oleh berbagai tokoh keagamaaan dan praktisi yang akan memberikan pandangan kebangsaannya akan :

  1. Bertukar pandangan masa depan gerakan kebangsaan Indonesia dari berbagai sudut pandang
  2. Melihat elemen-elemen penghambat bagi gerakan kebangsaan dan demokrasi yang sehat
  3. Mendeteksi dan melakukan evaluasi kedewasan di masyarakat dalam memahami dan menghayati makna nasionalisme kebangsaan dari perspektif demokrasi, agama,  budaya dan politik
  4. Melakukan kajian data-data kontemporer indikasi tindak intoleransi dan hubunganya dengan perkembangan demokrasi pancasila
  5. Melihat dinamika perkembangan demokrasi dan pembangunan
  6. Melakukan kajian dari prespektif agama, sejarah, budaya, dan politik masa depan demokrasi Indonesia.
Penulis: Irish
Editor:Redaksi

Baca Juga