oleh

Sekjen ACTA Minta Polri Usut Pelaku Oknum GMBI Penyerang FPI di Bandung Hingga Tuntas

Jakarta, Akuratnews.com – Langkah Kepolisian mengusut tuntas perseteruan antara Front Pembela Islam dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( GMBI ) di Bandung, Jawa Barat, yang terjadi pekan lalu, dinilai setengah hati.

Sekjen Advokat Cinta Tanah Air ( ACTA) Jamal Yamani, mengatakan, Kepolisian seharusnya lebih fokus untuk mengusut tuntas dalang keributan penyerangan Ormas FPI oleh Ormas GMBI yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu.

” Kami meminta agar Polri mengusut pelaku penyerang FPI di Bandung, jangan hanya setengah hati,” kata Jamal kepada Akuratnews.com, Rabu (18/1/2017) malam.

Jamal mengaku, saat ini Kapolri hanya mempermasalahkan hal diluar keributan yang terjadi antara FPI dan GMBI.Seperti pernyataan Imam Besar FPI Habib Rizieq,yang menyebutkan Kapolda berotak hansip.

Menurutnya seharusnya, Kapolri lebih mengutamakan kasus bentrok antar kedua ormas tersebut , hingga ditemukan pelaku penyerangan terhadap FPI .

Namun terkait Kapolda Jabar, Irjen Anton Charlian, yang menjadi dewan penaseh GMBI, dia menyebutkan meskipun tidak ada larangan seorang pejabat Polri aktif masuk kedalam organisasi seperti Ormas, tetapi hal tersebut secara pribadi akan mempengaruhi psikologi dirinya.

Selain itu, dengan adanya pejabat Polri yang menjadi dewan penasehat di LSM ,maka akan berpengaruh bagi anggota-anggota LSM tersebut.” Karena dengan adanya Pejabat Polri di Sebuah LSM tersebut, yang terjadi anggota ormas atau LSM akan bersikap arogan dan seenaknya saja ,sebab merasa ada yang menjadi backup nya,” jelasnya.

Dia berharap agar pejabat Polri dan TNI harus bersikap netral dan tidak boleh merangkap sebagai dewan pembina atau penasehat di dalam ormas ataupun LSM karena akan mempengaruhi kinerjanya dalam menjalankan fungsi dan tugas yang dibebaninya.

” Harusnya mereka pejabat Polri netral dan tidak ada ikatan di dalam Ormas atau LSM manapun demi menjaga wibawa Polri dimata masyarakat sebagai lembaga hukum,” tegasnya.

Tetapi, dia menyesalkan sikap Kapolda Jabar yang kurang bersikap tegas dalam menjaga aksi demo tersebut,sehingga terjadinya bentrok antar dua kubu yang pro dan kontra .

” Ada  apa  ini  dengan  Kapolda Jabar? wajar  saja kalau  ada  opini  yang  berkembang  di  masyarakat, jika dia  sengaja  membenturkan  FPI  dengan  Ormas  GMBU tersebut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto menghimbau Kapolri agar menimbang kembali jabatan
Dewan Penasihat GMBI yang kini dijabat Kapolda Jawa Barat .Hal tersebut untuk menghindari benturan kepentingan dalam menangani kasus bentrokan FPI dengan GMBI.

” Kompolnas minta agar Kapolda Jabar untuk melepaskan jabatanya pada kepengurusan Dewan Penasehat GMBI,” kata Bekto.

Seperti diketahui,awal terjadinya antara massa FPI dengan GMBI di Jalan Soekarno Hatta, tidak jauh dari Mapolda Jabar beberapa waktu lalu.

Keributan terjadi saat kedua massa pro dan kontra mengawal pemeriksaan Imam Besar FPI terkait dugaan penodaan terhadap lambang negara. (Agus)

Komentar

News Feed