Selayang Pandang Hasil Produksi Tangkap Ikan di TPI Kabupaten Tegal

Akuratnews.com - Indonesia merupakan negara maritim dimana luas lautan lebih besar daripada daratan.  Perikanan laut merupakan subsektor yang memberikan kontribusi sangat besar bagi pembangunan ekonomi nasional maupun regional. Produksi perikanan laut melalui kegiatan penangkapan hasil laut masih mendominasi produksi perikanan di Kabupaten Tegal. Terdapat tiga tempat pelelangan ikan yang menjadi sentra bisnis dalam perkembangan kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Tegal yaitu TPI Larangan, TPI Suradadi, dan TPI Warurejo.

Namun, saat ini TPI Warurejo sudah tidak beroperasi lagi. Berdasarkan geografis, lokasi TPI yang masih aktif tersebar secara strategis dan memegang peranan penting untuk pendaratan ikan bagi perahu kapal nelayan berukuran kecil. Dengan berukuran panjang garis pantai 30 km dan luas wilayah laut 121,5 km2, Kabupaten Tegal juga memiliki lahan budidaya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan kegiatan perikanan tangkap laut dan berpotensi untuk dikembangkan.

Deskripsi Hasil Produksi Perikanan Laut TPI di Kabupaten Tegal

Berdasarkan data produksi perikanan laut TPI Kabupaten Tegal sejak tahun 2016 hingga tahun 2019, grafik produksi perikanan laut TPI Kabupaten Tegal terlihat fluktuatif dengan cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2016 menuju tahun 2017 produksi perikanan TPI Kabupaten Tegal mengalami kenaikan, kemudian dari tahun 2017 menuju tahun 2018 mengalami penurunan, dan tahun 2018 menuju tahun 2019 mengalami kenaikan. Jika dilihat dari publikasi situs web terbaru BPS Kabupaten Tegal yaitu data produksi perikanan laut per bulan TPI Kabupaten Tegal pada tahun 2019, data menunjukkan grafik yang fluktuaif dengan kecenderungan menurun dari bulan ke bulan.

Dari data tersebut diketahui jumlah prduksi pada Januari sebanyak 103.905 kg dengan nilai produksi sebesar Rp 855.066.000. Kemudian sempat mengalami kenaikan jumlah produksi pada bulan Februari menjadi sebanyak 346994 kg dengan nilai produksi sebesar Rp 2.746.539.000. Pada bulan selanjutnya, Maret, jumlah produksi mengalami penurunan menjadi 201.671 kg dengan nilai produksi Rp 1.379.831.000. Setelahnya, selama  dua bulan, jumlah produksi meningkat hingga Mei menjadi sebanyak 222.757 kg dengan nilai produksi Rp 1.862.328.000. Tiga bulan berturut-turut berikutnya kembali terjadi penurunan yang signifikan, pada bulan Agustus jumlah produksi menjadi sebanyak 49.534 kg dengan nilai produksi Rp 391.418.000.

Setelahnya, pada bulan September mengalami peningkatan jumlah produksi menjadi 89.855 kg dengan nilai produksi sebesar Rp 753.123.000. Pada bulan Oktober mengalami penurunan jumlah produksi menjadi sebanyak 82.969 kg dengan Rp 547.717.000. Setelahnya, kembali mengalami kenaikan pada bulan November menjadi 97.674 kg dengan niai produksi Rp 662.289.000. Terakhir, pada bulan Desember mengalami penurunan jumlah produksi menjadi 54.965 kg dengan nilai produksi Rp 551.578.000.

Fluktuasi hasil produksi selama th 2019 diperkirakan terjadi karena TPI yang ada di wilayah Kabupaten Tegal merupakan TPI kecil yang hanya bisa disandari kapal – kapal nelayan tradisional dengan peralatan yang sederhana. Populasi ikan di sekitar laut pantura Jawa sudah semakin sedikit. Cuaca di wilayah pesisir Pantai Jawa sering tidak menentu, sehingga banyak nelayan yang tidak bisa melaut ketika cuaca tidak mendukung. Untuk mendapatkan ikan dengan hasil tangkap yang banyak harus berada lebih jauh ke tengah di wilayah laut yang masih banyak sumber ikannya serta kapal yang mampu berlayar terhadap keadaan cuaca apapun.

Penurunan produksi tersebut sudah sangat dirasakan dampak ekonominya oleh para nelayan di lokasi sekitarnya. Akibat penurunan produksi, tingkat pendapatan persatuan usaha semakin menurun. Dari permasalahan tersebut di atas, nelayan di wilayah Kabupaten Tegal perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi antara lain adanya regulasi yang lebih berpihak kepada nelayan kecil seperti kredit UMKM kepemilikan kapal untuk nelayan; tersedianya kapal yang lebih besar dari yang sudah ada sekarang agar bisa menjangkau jauh ke tengah laut yang lebih banyak sumber ikannya; tersedianya alat tangkap yang lebih modern dan lebih ramah lingkungan; perluasan sarana pelabuhan sehingga bisa disandari kapal yang lebih besar; serta pembangunan sarana penunjang akses menuju ke pelabuhan dan tempat pelelangan yang lebih memadai. Harapannya, saran – saran tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kembali produksi penangkapan ikan laut TPI Kabupaten Tegal.

Baca Juga