Opini

Selubung Manis Islam Moderat Menikam Ajaran Islam

Ilustrasi Islam Moderat
Ilustrasi Islam Moderat

AKURAT News - Kementerian Agama terus memprioritaskan program-program terkait pengarusutamaan moderasi beragama. Program terkait moderasi beragama, adalah upaya agar sikap beragama seluruh warga negara di tanah air tetap berada pada jalurnya yang tidak berlebihan.

Moderasi beragama saat ini sedang digencarkan oleh kementerian agama hal ini sejalan dengan visi misi presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong.

Secara kebahasaan, kata "moderasi" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung dua makna, pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstriman. (https://kbbi.web.id/moderasi). Secara lebih luas, moderasi juga bermakna suatu kegiatan untuk melakukan peninjauan agar tidak menyimpang dari aturan yang berlaku yang telah ditetapkan.

Moderasi sering diartikan dengan istilah wasathiyyah yang bermakna sesuatu yang ada di tengah, menjaga dari sikap melampaui batas (ifrath) dan dari sikap mengurangi ajaran agama (tafrith), terpilih, adil dan seimbang. dalam menyelesaikan persoalan keagamaan. (https://mui.or.id/bimbingan-syariah/paradigma-islam/28522/apa-yang-dimaksud-islam-wasathiyah-2/) Inilah yang sering disebut juga sebagai cara berfikir moderat. Pengusung ide ini disebut sebagai "Islam moderat".

Islam moderat ditafsirkan sebagai jalan tengah, tidak liberal, namun juga tidak radikal. Islam moderat hanya mengambil Islam sebatas ritual individual dan syariat secara parsial, seperti syariat dalam masalah pernikahan, perceraian, dan akhlak. Namun menolak penerapan syariat secara keseluruhan seperti sistem politik, pemerintahan, hukum pidana, dan sosial ekonominya.

Pemahaman Islam moderat yang mengambil jalan tengah dalam persoalan beragama, menganggap Islam adalah agama yang benar dan agama yang lain juga benar. Sehingga dikembangkanlah sikap toleransi sehingga ikut merayakan hari raya agama lain, mengucapkan selamat hari besar agama lain, mengenakan atribut keagamaan agama lain, menghargai orang yang murtad dari Islam, dan sebagainya.

Kaitannya dalam dakwah, Islam moderat mengajarkan dakwah yang hanya menyeru kepada peribadahan dan akhlak. Inilah yang kemudian disebut sebagai dakwah yang ramah, dakwah yang santun, dakwah yang tidak membenturkan umat dan penguasa. Padahal, Islam memerintahkan untuk berdakwah ammar ma’ruf nahyi munkar, termasuk mengingkari kezaliman penguasa. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ ,

"Dengarkan, apa kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku nanti akan ada pemimpin-pemimpin? Barang siapa yang memasuki (berpihak kepada) mereka lalu membenarkan kedustaan mereka serta menolong kezaliman mereka, ia tidak termasuk golonganku dan tidak akan mendatangi telagaku.” (HR al-Tirmidzi, al-Nasai, dan al-Hakim).

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Novita Ekawati

Baca Juga