Sembilan Veteran Sambangi RS Yarsi Untuk MCU

Salah Seorang Pasien Veteran Geriatri, saat menjalani pemeriksaan Frekuensi Denyut Jantung, saat MCU di RS Yarsi, (11/9).

Jakarta, Akuratnews.com – Sebanyak Sembilan veteran militer TNI dari beberapa angkatan perang seperti  Marinir, Angkatan Darat dan Angkatan Udara menyambangi Rumah Sakit (RS) Yarsi untuk mendapatkan layanan Medical Check Up (MCU) gratis yang dipersembahkan oleh RS Yarsi sebagai wujud nyata kepada para veteran RI yang telah menyumbangkan karyanya dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Kepala Instalasi Occupational Health Center RS Yarsi dr Edi Alpino MKK di RS Yarsi, mengatakan para veteran yang melakukan pemeriksaan MCU kali ini diketahui mereka merupakan orang-orang yang pada saat muda secara fisik memiliki ketahanan dan kebugaran di atas rata-rata. Dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan RS Yarsi, focus pada permasalahaan, dimana para veteran ini banyak menggunakan kegiatan fisik saat mereka masih muda.

“Permasalahan yang muncul memang lebih sering kita menemukan permasalahan tulang dan otot, serta keseimbangan dimana mereka banyak melakukan kegiatan berdiri yang cukup lama. Nah dari satu sisi baik, tetapi di saat ini kita menemukan juga beberapa permaslahan seperti osteoartritis atau rematik, permasalahan di lutut, sehingga kita lebih fokus melakukan pemeriksaan, salah satunya densitometry untuk melihat apakah kepadatan kerapatan tulangnya cukup baik atau apakah sudah ada osteoporosis atau pengapuran tulang,” terang dr. Edi, Rabu (11/9).

Permasalahan kesehatan pada para veteran yang masuk dalam usia Geriatri ini begitu beragam. Seperti yang dialami oleh salah satu veteran Letkol MAR Purn Marsidik. Dirinya mengakui bahwa pada kondisi kesehatannya terparah yang dirasakannya ada tiga. Antara lain pada pendengaran, penglihatan dan pinggul.

“Saya di Angkatan Udara untuk pertahanan udara bagian meriam, makanya telinganya sudah bermasalah, kacau sekali telinganya. Kiri dan kanan sudah tinggal berapa persen bahkan di bawah 15 persen (kemampuan pendengaran-red). Pakai alat bantu tidak membantu, sudah sering ganti tetapi sudah tidak bisa padahal sudah berkali diperiksa. Jadi ini kelemahan saya di telinga, mata mulai kabur dan pinggul. Jadi kalau saya sudah baca tanpa menggunakan kaca pembesar tidak bisa. Makanya kalau di kantor saya siap dengan kaca pembesar,” ujar pria yang memiliki permasalahan pada pinggulnya karena jatuh.

Menjelaskan pasien Geriatri,  dr. Edi menjelaskan, sebagai pasien geriatri umurnya sudah di atas 60 tahun. Secara keilmuan geriatri berkembang karena perkembangan di Indonesia untuk usia lanjut mencapai 20 juta lebih. Ini tentunya menjadi focus para pelaku pelayan kesehatan dan masyarakat umum. Artinya, mereka geriatri mempunyai permasalahan kesehatan lebih unik dan spesiifik, dimana diketahui bahwa fungsi organ akan menurun sesuai bertambahnya usia.

“Biasanya permasalahan kesehatan yang muncul seperti permasalahan jantung, penyakit generative seperti diabetes, Hypertensi, Stroke dan tidak menutup kemungkinan menurunnya fungsi organ seperti ginjal, lever dan sebagainya.

“Selain itu geriatri adalah permasalahan demensia, mereka umumnya muncul ketika berusia lanjut. Yakni terjadinya satu penurunan daya ingat, focus pekerjaan atau kegiatan, gampang lupa dan hal yang sebenarnya tidak pernah muncul diusia muda,” ungkapnya.

Penulis:

Baca Juga