Seminar Online Kominfo dan DPR

Seminar Online Kominfo dan DPR RI Angkat Tema Etika dan Budaya Berkomunikasi di Era Digital

Jakarta, Akuratnews.com- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Etika dan Budaya Berkomunikasi di Era Digital”.

Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Fadhlullah, S.E yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI dan Bapak Effendi Gazali, M.Si, MPS ID, Ph.D selaku Peneliti Algoritma Komunikasi. Seminar ini diselenggarakan pada hari Kamis, 23 September 2021 melalui platform zoom meeting.

Menurut Direktur Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Tujuan diadakannya seminar online Program Literasi Digital ini salah satunya adalah untuk memberikan edukasi, informasi kepada masyarakat untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sara edukasi dan bisnis. Kementerian Kominfo mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam transformasi digital Indonesia dengan mengembangkan kemampuan literasi digitalnya," jelas Samuel melalui paparan video, di Jakarta, pada Kamis (23/09/21).

Dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi i DPR RI  Fadhlullah S.E  menyampaikan bahwa etika adalah mempelajari ilmu atau sifat seseorang, baik dan buruknya.

"Dalam beretika tentu ada sisi positif dan negatifnya. Di era digital ini menjadikan yang lambat menjadi cepat, seperti dapat melakukan video call dengan keluarga yang jauh. Bapak Fadhlullah juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa Undang-Undang terkait Perlindungan Data Pribadi akan segera diselesaikan," jelas Fadhlullah.

Pakar Komunikasi Effendi Gazali juga turut memberikan paparannya, beliau menjelaskan terkait waktu saat ini yang sangat diatur oleh algoritma media sosial.

"Cara seseorang berkomunikasi didorong oleh algoritma yang tidak selamanya dapat dikontrol. Algoritma itu seperti ketika membuka suatu web terdapat berita atau iklan yang datang sendiri karena mereka tahu apa yang sebelumnya dibuka dan akan diarahkan sesuai algoritmanya. Proses literasi digital atau pembuatan budaya sangat panjang. Yang sedang hilang adalah etika, tetapi yang bisa ditumbuhkan bersama adalah empati yang berbasis pada pendidikan, budi pekerti, nilai agama masing-masing, keinginan untuk selesai dengan diri sendiri. Budaya berkomunikasi di era digital seperti melalui pendidikan, sensitivitas pada sesama, kedekatan dalam keluarga, keteguhan posisi, literasi (menyampaikan). Yang harus ditinggalkan adalah budaya yang berorientasi konflik, mind game, panjat sosial yang menghalalkan segala cara,", Papar Effendi.

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga