Sempat Jadi Misteri, Polisi Ungkap Insiden Perawat Putus Lengan

Polres Abdya Ungkap Insiden putus lengan yang menimpa perawat RSUTP (alm) Anna Mutia

AKURATNEWS - Abdya | Misteri putus lengan yang dialami perawat RSU Teuku Peukan Aceh Barat Daya (Abdya) Anna Mutia (28) saat melintasi jalan lurus Desa Ujung Padang Kecamatan Susoh pada Senin pagi (28/12) lalu, terkuak.

Informasi dihimpun, sebelumnya pada hari itu perawat cantik asal Desa Alue Pisang Kecamatan Kuala Batee ini ditemukan warga telah tergeletak di ruas jalan Ujung Padang Susoh dengan kondisi lengan kanan terputus seperti potongan timun.

Anna Mutia lantas menjalani bedah operasi di RS setempat dan berhasil menyambungkan potongan lengan kanannya. Namun selang beberapa hari Anna Mutia kemudian dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, hingga akhirnya pada Selasa pagi (5/1) Anna dinyatakan meninggal dunia.

Pasca kecelakaan itu Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan sembari menyebutkan dugaan awal insiden yang dialami Anna Mutia karena Laka Tunggal.

Siang malam Kepolisian bekerja ekstra mengusut kejadian tersebut. Olah TKP hingga pemanggilan sejumlah saksi dilakukan dengan cermat, hingga akhirnya misteri itu pun terkuak.

"Berdasarkan hasil penyelidikan olah TKP serta keterangan sejumlah saksi, insiden tersebut murni terjadi karena faktor kealpaan dari orang, dan kealpaan ini membahayakan orang lain," ungkap Kapolres Abdya AKBP M Nasution, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erjan saat konferensi pers di Mapolres setempat, Desa Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Selasa sore (5/1/2021).

Erjan menerangkan, kealpaan dan ketidak sengajaan tersebut dilakukan oleh AB (65) warga Desa Ujung Padang Kecamatan Susoh. AB mengaku saat itu ia tengah membabat rumput di kebun untuk bertanam kacang tanah dengan menggunakan mesin pemotong rumput. Saat bekerja tanpa disengaja mata pisau mesin potong rumput tersebut patah terbilah dua dan terbang. Satu bilah terbang tidak ditemukan dan satu bilahnya lagi terbang mengenai lengan kanan Anna Mutia yang saat itu tengah melintasi lokasi.

Saat kejadian AB dan beberapa saksi langsung memberikan pertolongan pada Anna yang kondisinya telah pingsan bersimbah darah dengan lengan terputus. Karena merasa ketakutan diam-diam AB membuang bilahan mata pisau rumput yang telah mengenai Anna. Pisau itu dibuangnya ke kebun jagung tidak jauh dari TKP.

"Kasus ini sempat menjadi misteri dan menuai beragam asumsi dari publik. Dan saat itu kami terus bekerja ekstra melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi termasuk AB kami panggil. Sisir TKP pun kami lakukan berulang hingga akhirnya pada hari Kesembilan kami menemukan bilah pisau yang dibuang AB," jelasnya.

Lanjut Erjan, berbekal pisau rumput dan hasil keterangan dari saksi, AB pun terakhir mengakui insiden tersebut karena kealpaan dirinya dan murni tidak sengaja. AB berserta barang bukti berupa mesin pemotong rumput dan bilahan mata pisau langsung diamankan di Mapolres Abdya.

"Atas kelalaiannya ini AB terjerat pasal 359 KUHPidana yaitu, barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun,” tutupnya.

Penulis:

Baca Juga