Senator Korban Keprukan Telur ‘Egg Boy’ Gagal Masuk Parlemen Australia

Canberra, Akuratnews.com - Masih ingat nama Fraser Anning? Wakil rakyat Australia ini jadi korban keprukan telur oleh remaja bernama Will Connoly lantaran statement-nya yang menyalahkan umat Muslim atas pembantaian 51 jamaah shalat Jumat dalam serangan teror sayap kanan di Christchurch Selandia Baru pada Maret lalu.

Kini, senator sayap kanan Australia yang kontroversial ini harus rela kehilangan kursinya di Senat dalam pemilu 2019. Anning gagal mendapatkan suara yang cukup untuk memenangkan tempat di Parlemen.

"Fraser Anning kembali ke tempat asalnya ... dia tidak akan berada di Parlemen," ujar pengamat Pemilu ABC, Antony Green seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Minggu (19/5).

Untuk diketahui, tempat Anning di majelis tinggi selalu tentatif, mengamankan kursi terakhirnya dengan hanya 19 suara primer.

Dia memperoleh jabatan hanya setelah kandidat One Union Malcolm Roberts diketahui mempunyai warga negara ganda dan karenanya tidak memenuhi syarat.

Meskipun kandidat berusia 69 tahun dari Partai Nasional Konservatif itu memenangkan lebih banyak suara tahun ini, namun ia tetap gagal mendapatkan kursi.

Anning sendiri kerap menjadi pusat pemberitaan di Austalia. Yang terakhir, statement-nya menyalahkan umat Muslim atas pembantaian 51 jamaah shalat Jumat dalam serangan teror sayap kanan di Christchurch Selandia Baru pada Maret lalu menuai kontroversi.

Pernyataan ini dikutuk dunia internasional dan, pada konferensi pers beberapa saat kemudian, kepalanya dikepruk dengan sebutir telur oleh Will Connolly, yang kini lebih dikenal sebagai 'Egg Boy'.

Anning juga pernah menyerukan larangan imigrasi dari negara-negara Islam pada tahun 2018, menggunakan istilah 'solusi akhir', yang terkait dengan genosida sistematis Nazi Jerman terhadap populasi Yahudi.

Anning kembali mendapat kecaman karena menggunakan uang pembayar pajak untuk terbang ke Melbourne untuk menghadiri demonstrasi ekstrim kanan yang diorganisir oleh penjahat Blair Cottrell dan Neil Erikson. Dalam demonstrasi ini, para peserta difoto dengan melakukan goose step dan melakukan salam Nazi serta memperlihatkan swastika.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga