Sengketa Golden City Mulai Ada Titik Temu

Surabaya, Akuratnews.com - Sengketa tanah yang dilalui oleh Parlian, dengan pihak Golden City, sudah menuju titik terang. Tempat yang beralamatkan Jl. KH Abdul Wahab Siamin Surabaya No.2-8, Dukuh Pakis, Kec. Dukuhpakis, Kota Surabaya, sudah bersengketa sejak periode DPRD tahun 2014-2019 lalu.

Baktiono, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengatakan, bahwa kasus ini sudah ditangani komisi C DPRD di periode 2014-2019 lalu, hingga periode ini, belum juga selesai.

"Namun sudah ada titik temu, bahwa Pak Parlian, yang memiliki lahan tersebut, benar-benar milik Pak Parlian, sesuai dengan data yang tercatat di Kelurahan dan barang bukti yang lain, dan golden city tidak mampu menunjukan alat bukti yang sah, atas tanah yang diakuinya," ujar Baktiono, pada Kamis (9/9/2021).

Sekretaris DPC PDIP Surabaya ini, berharap, kedatangan para pihak terkait ke Komisi C, bisa membantu masyarakat yang tanahnya dicaplok Golden City. Dan tidak ada yang merasa dirugikan. "Karena pihak Golden City sudah memagar seolah-olah tanah itu miliknya," ujarannya.

Baktiono mengatakan, Komisi C akan berkoordinasi dengan yaitu dinas cipta karya tata ruang dan badan hukum terkait perijinan yang dimiliki golden city, supaya bisa meyakinkan semua pihak, dengan alat bukti yang sah. "Semoga nanti bakal ketemu tanah ini milik siapa sesuai dengan alat bukti yang sah," pungkasnya.

Sementara itu, Agung Prasojo, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, dengan tegas mengatakan, jika pihak yang hanya mengaku tanpa menunjukan bukti sah, maka harus dibongkar. "Kalau IMB dia tidak bener, kita suruh bongkar bangunannya," tegasnya

Politisi Partai Golkar itu juga, merasa kecewa dengan sikap Golden City, yang tidak kooperatif saat di undang Komisi C. "Saat kami di lokasi, padahal pemilik tanah itu, ternyata tidak disitu dan mereka tidak memiliki surat tanah yang asli, dan parahnya lagi, mereka tidak mau datang saat komisi C mengundang," pungkas Agung Prasojo.

Penulis: Arga

Baca Juga