Seorang Anak Menjadi Korban Pelecehan Seksual Guru Spiritual Ayahnya

ILUSTRASI pelecehan seksual / PIXABAY

Surabaya, Akuratnews.com - TA (17), diduga menjadi korban pelecehan seksual, yang dilakukan oleh AR (44), guru spiritual JK, ayah kandungnya.

Saat ditemui akuratnews.com di tempat tinggalnya di Surabaya, pada Rabu (25/2/21) RN, ibu kandung TA menceritakan, bahwa putri pertamanya itu mengalami pelecehan seksual selama 8 tahun.

"Kata anak saya, dia mulai mendapatkan pelecehan itu sejak kelas empat SD. Bahkan dia (TA) masih ingat itu terjadi pertama kali pada bulan Februari 2013, sampai oktober 2020," ungkap RN dengan mata berkaca-kaca seakan tidak menyangka anaknya mengalami hal bejat tersebut.

RN juga mengatakan, dia baru mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan, setelah 2 bulan TA tinggal bersamanya.

"Saya dengan TA inikan sudah loss kontak sejak 8 tahun lalu mas. Trus waktu saya ketemu dengan dia, dia mau ikut tinggal sama saya. Saat itulah saya baru tahu ternyata selama ini mengalami pelecehan seksual," kata RN.

"Itupun dia enggak langsung ngaku, awalnya dia bilang ada laki-laki yang mau nikahin dia, tapi sudah punya istri. Perasaan saya sebagai ibu langsung berpikir laki-laki itu si AR," tambahnya.

Setelah itu kata RN, ia mengorek informasi lebih dalam terkait hubungan anaknya dengan AR. "Saat itu saya bilang ke anak saya, yang penting kamu masih perawankan nak? Saya langsung kaget, setelah dia ngaku kalau sudah gak perawan, dan sering melakukan itu (hubungan suami istri .red) dengan si AR. Bahkan sejak kelas 4 SD," terang RN.

Tidak hanya itu, kepada RN, TA mengaku sudah tidak disekolahkan sejak SMP, serta sering mengalami kekerasan fisik dan mental dari AR serta JK.

"Anak saya juga cerita kalau dia sudah gak sekolah sejak SMP, dan sering dipukul, terus dikata-katain," papar RN.

Diakui RN, selama rentan 8 tahun ia terpisah dan tidak ada komunikasi sama sekali, dengan anak dari hasil pernikahannya dengan JK tersebut. Alasannya TA tinggal bersama ayahnya.

"Anak saya ini dibawa oleh mantan suami, dan saya sengaja tidak diberitahukan tempat tinggal mereka. Selama 8 tahun, saya terus mencarinya," kata RN.

Perlu diketahui, saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan dan ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Penulis: Moris Mangke
Editor:Redaksi

Baca Juga