Sepadankah Kompensasi Pemadaman Listrik Dengan Kerugiannya?

Jakarta, Akuratnews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)akan memberikan kompensasi akibat padamnya listrik di Jabodetabek dan sebagian Jawa pada Minggu (4/8).

Pertanyaanya, sepadankah kompensasi itu pada kerugian dan akibat yang diderita konsumen PLN?

Seperti diketahui, kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment, dan sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik (Non Adjustment). Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya.

Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar).

"Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi, selain proses penormalan sistem, kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar," ujar Plt Dirut PLN,  Sripeni Inten Cahyani di Jakarta, Senin (5/4).

Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

Namun, rencana kompensasi ini ditanggapi dingin oleh konsumen PLN. Salah satunya oleh Carolina. Ibu rumah tangga di Ciledug, Tangerang ini menyebut kerugian yang dideritanya akibat mati listrik yang nyaris 24 jam di wilayahnya tak sepadan dengan kerugiannya.

"Hari ini di rumah berangkat kerja nggak mandi, galon air mineral airnya habis semua, nasi di magic jar basi, buang air nggak disiram membuat polusi udara, tidur kepanasan bikin nggak nyenyak dan menganggu stabilitas kebugaran tubuh," tandas Carolina.

Dirinya menyebut tetap akan mengajukan gugatan pada PLN walau sudah ada janji kompensasi.

"Tetap mau nuntut. Sekarang masih dalam perhitungan kerugian," tegasnya.

Begitu juga dengan warga Ciledug lainnya. Padamnya aliran listrik membuat mereka kesulitan saat hendak buang air besar.

"Apalagi anak-anak, mereka kan nggak seperti orang dewasa yang masih bisa ditahan-tahan. Seharian kemarin, kamar mandi bau pesing. Nggak ada air. Banyak yang numpang buang air besar di mal," ujar Ita Permata, warga Ciledug lainnya.

Di Ciledug, lanjutnya, listrik baru nyala sekitar pukul 23.00 WIB namun pagi hari sudah padam kembali hingga pukul 13.00 WIB siang ini.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga