Serang Muslim Dengan Pernyataannya, Presiden Macron Malah Dikecam Kristiani

Paris, Akuratnews.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron kembali membuat kontroversi mengenai Islam dan umat muslim. Macron disebut telah menyerang dan melukai umat muslim dunia lewat pernyataannya.

Untuk diketahui, Macron memang sudah memicu kontroversi sejak awal bulan ini. Ia mengatakan, Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia'.

Belum lama ini, seorang guru di Prancis dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW di kelas yang sedang ia ajar, seraya berbicara soal kebebasan. Menanggapi insiden tersebut, Macron berujar sang guru "dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita."

Dalam kepercayaan Muslim, Nabi tidak boleh digambarkan seperti manusia, karena hal tersebut adalah bentuk penghinaan. Bahkan hal tersebut dianggap menghina dan bisa menghadapi hukuman mati di Pakistan.

Sebelumnya, Macron juga menyatakan jika dirinya tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi.

Macron pun langsung dikutuk atas pernyataannya itu. Bahkan negara Timur Tengah menyerukan boikot produk Prancis sebagai bentuk protes.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahkan sampai mengatakan jika pemimpin Prancis itu membutuhkan 'pemeriksaan kesehatan mental'.

Kecaman pun tak hanya datang dari para pemimpin negara muslim dan kaum ulama. Kecaman kepada Macron pun bahkan datang dari sejumlah umat Kristiani. Mereka sepakat menilai Macron menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Seorang penyiar senior Al-Jazeera yang berbasis di Qatar, Jalal Chahda misalnya.

"Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Mohammad. Berkah dan damai," cuit Jalal seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin (26/10)

Jalal juga melampirkan foto yang menyatakan: "Muhammad, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian."

Ghada Owais, presenter Al-Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, mencuit ulang tulisan Jalal itu.

"Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam," cuitnya.

"Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," cuit akun Ayman Dababneh.

'Saya benar-benar membenci orang (yang) menghina agama orang lain atau mengejek dia atau utusannya," ujar akun Michael Ayoub.

"Apa yang terjadi di Prancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab," imbuh Ayoub.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pun mengecam pernyataan Macron ini. OKI menyebut Prancis melanjutkan serangannya terhadap muslim dengan menghina simbol agama.

Organisasi yang berbasis di Jeddah ini mengatakan jika Prancis menyinggung hubungan Prancis-Islam dan mengobarkan rasa kebencian demi keuntungan partai politik.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga