Serang Petugas, Dua Sindikat Pembobol Rumah Antar Provinsi Tewas Ditembak

Surabaya, Akuratnews.com - Berusaha menyerang petugas dengan senjata tajam, dua sindikat pelaku pembobol rumah mewah antar Provinsi, Minggu (12/7/2020) tewas setelah mendapat hadiah timah panas dari petugas.

Unit Jatanras yang melakukan pengejaran, mendeteksi keberadaan komplotan tersebut di Jl Dharmawangsa, Surabaya. Namun melakukan perlawanan saat akan dibekuk sehingga harus diberi tindakan tegas.

Keduanya yakni Budi Prakoso (53) warga Jl Sabeni Kebun Melati, Jakarta Pusat dan Antoni (59) Perum Regency Melati Mas, Pondok Jagung Serpong Tangerang, yang merupakan sindikat pembobol rumah antar Provinsi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, Pelaku pembobolan rumah mewah tersebut merupakam sindikat jaringan antar Provinsi dan sudah tujuh kli melakukan aksi di Surabaya.

" Sindikat komplotan ini sudah tujuh kali beraksi di Surabaya sejak Januari lalu. Dua pelaku saat akn ditangkap di Jl Dharmawangsa, berusaha mekukan perlawanan menggunakan sajam dan membahyakan keselamatan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas , keras terukur," terang Jhonny Edison Isir saat memberikan keterangan di Mapolrestabes

Modus yang dilakukan komplotan tersebut dengan mencari sasaraan rumah yang pemiliknya, kemudian masuk dengan merusak kunci pagar dan rumah." Selanjutnya mereka masuk dan mengambil barang berharga milik korban," tambah Jhonny.

Komplotan yang sering mengaku sebagai anggota kepolisian tersebut, saat beraksi di rumah Jl Rangkah, Tambaksari, Jum,at (17/7/2020) kepergok oleh Asisten rumah tangga."Ada salah satu di KTP, ada pembantunya kemudian diancam," paprnya lebih lanjut.

"Pelaku yang terindentifikasi ini ada empat orang. Tidak menunutup kemungkinan ada pelaku lain dalam satu kelompok minimal empat orang dengan dua kendaraan," ungkap Jhonny.

Komplotan sindikat pembobol rumah mewah ini, Minggu (12/7/2020) melakukan aksi disebuah rumah di Jl Musi no 6, saat rumah ditinggal penghuninya dan menggondol 1 unit Ponsel.

Atas kejahatan pelaku, polisi mengamankan sejumlah perhiasan, uang tunai Rp 8 juta, handphone dan jugo motor milik pelaku yang mana nopolnya sudah dipalsukan.

Penulis: Hendrik

Baca Juga