Serangan Siber Spionase China, Amankah Indonesia?

Div mengatakan dalam serangan yang tim temukan selama sembilan bulan terakhir telah membahayakan jaringan Teknologi Informasi (IT) beberapa sasarannya. Para perentas mengubah infrastruktur dan mencuri data dalam jumlah besar.

Di beberapa kasus para perentas membahayakan seluruh direktori aktif, membuat mereka mengakses nama dan password organisasi yang mereka serang. Cybereason mengatakan para perentas juga menyimpan data pribadi termasuk informasi tagihan dan rekaman percakapan.

"Mereka membangun lingkungan spionase yang sempurna, mereka mengambil informasi dari sasaran yang menarik mereka sesukanya," kata Div, seorang mantan komandan intelijen militer Israel.

Cybereason mengatakan para perentas menggunakan alat yang sebelumnya digunakan kelompok perentas Cina yang dikenal dengan nama APT10. AS sudah mendakwa dua anggota APT10 pada bulan Desember lalu.

Negeri Paman Sam bergabung dengan negara-negara Barat lainnya yang mengecam serangan yang dilancarkan kelompok tersebut ke penyedia layanan teknologi. APT10 dianggap mencuri kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan teknologi tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya Cybereason mengatakan sudah mengidentifikasi serangan itu diduga datang dari Cina atau Iran. Tapi mereka tidak pernah cukup yakin untuk menyebutkan nama negara-negara itu.

"Pada kali ini dengan membandingkan serangan di masa lalu kami yakin serangan datang dari Cina, kami berhasil untuk menemukan tidak hanya satu perangkat lunak, kami berhasil menemukan lebih dari lima yang digunakan kelompok spesifik ini," kata Div.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga