Serikat Pekerja PLN Menolak Privitasi Merger dari Beberapa BUMN

Ilustrasi Menara Transmisi / Pixabay
Ilustrasi Menara Transmisi / Pixabay

AKURATNEWS - Perjuangan Serikat Pekerja PLN Group menolak privatisasi mendapat dukungan Federasi Serikat Pekerja Global, Public Services International (PSI).

Public Services International (PSI), sebuah federasi serikat global yang beranggotakan lebih dari 700 serikat pekerja yang mewakili 30 juta pekerja di 154 negara mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Di dalam surat yang ditanda tangani Sekretaris Jenderal PSI Rosa Pavanelli  itu dengan tegas disebutkan, bahwa PSI dan afiliasinya di sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Yaitu Serikat Pekerja PT PLN Persero (SP PLN Persero), Persatuan Pegawai PT Indonesia Power (PP IP), dan Serikat Pekerja PT Pembangkitan Jawa Bali (SP PJB).

Dengan tegas menolak usaha untuk memprivatisasi, melalui merger dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak perusahaannya menjadi satu perusahaan holding.

Diketahui, saat ini Kementerian BUMN berencana membentuk holding company untuk pembangkit panas bumi dan pembangkit listrik tenaga uap-batubara, dimana khusus Geothermal akan terpisah dari induk perusahaan utama yaitu PLN milik pemerintah.

Setelah membentuk induk perusahaan yang terpisah, aset dan saham tersebut akan dijual melalui penawaran umum perdana (IPO).

“Bapak Presiden yang terhormat, Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa usaha apapun untuk memprivatisasi listrik, dalam bentuk apapun, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,'' ungkap Rosa Pavanelli dalam keterangan pers, Rabu, 15 September 2021.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi
Editor: Zulfahmi Siregar
Photographer: Istimewa

Baca Juga