Seruan Jihad Dalam Adzan Tak Pernah Dilakukan Rasulullah

Jakarta, Akuratnews.com - Munculnya adzan yang mengganti kalimat 'hayya ala sholah' (mari mendirikan shalat) menjadi 'hayya ala jihad' (mari berjihad) baru-baru ini dianggap bukan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis menegaskan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengganti redaksi adzan untuk menyerukan jihad meski sedang dalam keadaan perang.

Nabi Muhammad SAW dikatakannya hanya mengubah kalimat adzan saat ada bencana yang menghalangi orang datang ke masjid.

"Rasulullah tak pernah mengubah redaksi adzan. Bahkan saat perang pun tak redaksi adzan yang diubah. Redaksi adzan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad," kata Cholil, Selasa (1/12).

Cholil mencontohkan, kisah saat ada angin kencang dan hujan deras, Nabi Muhammad SAW meminta muazin mengubah kalimatnya. Orang-orang diminta melaksanakan shalat di rumah masing-masing.

Kisah itu, kata Cholil, diabadikan lewat hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Sementara itu, tidak ada riwayat hadis untuk mengubah azan menjadi seruan jihad.

"Saya berharap masyarakat tak mengubah adzan yang sudah baku dalam Islam," ujarnya.

Cholil juga mengingatkan jihad tak melulu soal perang. Ia meminta masyarakat tidak salah paham mengenai jihad.

"Panggilan jihad tak perlu melalui adzan dan jihad bukan hanya perang fisik saja. Dan berharap masyarakat tak perlu resah dan memviralkan," ucapnya.

Sebelumnya, beredar seseorang melantunkan adzan dengan mengganti kalimat 'hayya ala sholah" (mari mendirikan shalat) diganti 'hayya ala jihad' (mari berjihad).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga