SETARA Institute : Prahara jilid II pada Mahkamah Konstitusi Ada Lima Faktor

Direktur Riset SETARA Institut, Ismail Hasani

Jakarta, Akuratnews.com - SETARA Institute juga evaluasi reguler pada MK. Atas dasar pembelajaran kerja selama ini, menyikapi prahara jilid II (Kasus Patrialis Akbar), SETARA Institute menyampaikan pokok-pokok pikiran dan proposal penguatan kelembagaan MK.

"Prahara jilid II pada Mahkamah Konstitusi, seharusnya menjadi peristiwa terakhir praktik koruptif di lembaga pengawal konstitusi ini," ujar Direktur Riset Setara Ismail Hasani di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (27/01/17).

Karena itu, lanjut Ismail, sejumlah langkah harus dilakukan. SETARA Institute mencatat bahwa terjadinya praktik korupsi di tubuh MK disebabkan oleh 5 faktor

"Kewenangan absolut MK, termasuk kewenangan mengadili diri sendiri,  lemahnya desain check and balances pada kelembagaan MK, lemahnya pengawasan terhadap hakim MK,  akuntabilitas sistem seleksi, dan  manajemen peradilan," ucapnya.

Sebelumnya, SETARA Institute pada 2013 telah melakukan evaluasi kinerja kelembagaan dan kualitas putusan MK serta kontribusinya pada penguatan rule of law dan hak asasi manusia. (Fajar)

Penulis:

Baca Juga